Tangerang, Semartara.News – Sebanyak 430 warga Kabupaten Tangerang mendapat dukungan permodalan melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp5 juta yang diarahkan untuk memperkuat usaha kecil dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Tangerang mendorong masyarakat agar tidak hanya mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usaha secara mandiri.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Kantor Kecamatan Curug, Rabu (9/9/2026).
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, total anggaran yang dialokasikan untuk program UEP mencapai Rp2,15 miliar. Nilai tersebut berasal dari bantuan Rp5 juta yang diberikan kepada 430 penerima manfaat.
“Untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif, kita berikan Rp5 juta kepada 430 penerima, sehingga totalnya Rp2,15 miliar. Ini untuk tambahan permodalan agar usahanya bisa berkembang dan pendapatannya meningkat,” ujar Maesyal.
Menurutnya, bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang telah menjalankan maupun mengembangkan usaha kecil. Modal tambahan diharapkan dapat digunakan secara produktif sesuai kebutuhan masing-masing usaha.
Sejumlah jenis usaha yang dapat dikembangkan penerima antara lain berjualan nasi uduk, gorengan, makanan, minuman, serta berbagai usaha kecil lainnya.
Dengan tambahan modal tersebut, penerima diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas penjualan, sekaligus memperoleh pendapatan yang lebih baik.
Dorong Masyarakat Lebih Mandiri
Maesyal menegaskan, bantuan UEP dirancang tidak sekadar sebagai bentuk bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah ingin agar penerima manfaat memiliki peluang untuk memperkuat sumber penghasilan keluarga melalui usaha yang mereka jalankan.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari maupun bantuan permodalan supaya usaha bisa maju, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Ia berharap usaha yang mendapatkan dukungan permodalan dapat berkembang secara berkelanjutan. Ketika pendapatan meningkat, penerima manfaat juga diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya secara bertahap.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tangerang.
Maesyal menjelaskan, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kriteria kesejahteraan masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 5.
Ia berharap peningkatan pendapatan dari usaha produktif dapat mendorong penerima keluar dari kelompok kesejahteraan rendah.
“Salah satunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita berharap masyarakat yang tadinya berada pada desil rendah, pendapatannya bisa meningkat, sehingga bisa naik menjadi desil 6, 7, 8, 9 bahkan sampai desil 10,” ungkapnya.
Bantuan Produktif Diharapkan Berdampak Jangka Panjang
Menurut Maesyal, penguatan ekonomi masyarakat membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat konsumtif. Karena itu, bantuan permodalan menjadi salah satu pendekatan yang diharapkan mampu memberikan dampak lebih panjang bagi penerima.
Ketika usaha berkembang dan pendapatan meningkat, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya.
Pemkab Tangerang pun memastikan program bantuan sosial akan terus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Insyaallah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berusaha memberikan perhatian setiap tahun. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (*)







