Kota Tangsel, Semartara.News – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih kekurangan armada yang layak operasi. Dari 16 mobil pemadam yang tersedia, hanya enam unit yang saat ini berada dalam kondisi prima, sementara kebutuhan ideal mencapai 18 armada siap operasional.
Kondisi tersebut terungkap saat Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melakukan inspeksi armada Damkar, Selasa (8/9/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah kendaraan diketahui mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan, sedang hingga berat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri alias Adam mengatakan, kebutuhan 18 armada siap operasional mengacu pada standar sarana dan prasarana pemadam kebakaran untuk wilayah dengan tujuh posko dan satu markas komando.
“Berdasarkan standar sarana prasarana pemadam kebakaran, Tangsel dengan tujuh posko dan satu markas komando idealnya memiliki 18 armada siap operasional,” kata Adam.
Menurut Adam, kondisi armada saat ini membuat penambahan dan peremajaan kendaraan menjadi kebutuhan penting. Namun, pengadaan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
“Damkar juga membutuhkan kendaraan yang mampu menyedot sekaligus menyemprotkan air serta tambahan mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Damkar Tangsel memiliki 23 kendaraan operasional yang terdiri atas 16 mobil pemadam dan tujuh kendaraan pendukung.
Sementara itu, Benyamin mengatakan hasil inspeksi menunjukkan kerusakan armada berada pada kategori ringan, sedang hingga berat. Ia meminta Damkar menyusun laporan lengkap mengenai kondisi setiap kendaraan, termasuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan sarana pendukung lainnya.
“Rusak sedang dan rusak berat, ada yang rusak ringan juga,” ujar Benyamin.
Benyamin mengatakan kendaraan yang masih memungkinkan digunakan akan direkondisi. Sedangkan armada yang sudah tidak layak akan diusulkan untuk pengadaan baru.
Pengadaan dan peremajaan armada tersebut ditargetkan mulai dilakukan pada 2027. Pelaksanaannya akan dibagi secara bertahap hingga 2029 sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kalau tidak, kita bagi sampai dengan tahun 2029. Dibagi secara bertahap saja,” katanya.
Benyamin menilai kesiapan armada sangat penting karena tugas Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan. Karena itu, kondisi kendaraan dan kelengkapan petugas harus dipastikan mendukung keselamatan dan efektivitas operasi.
Selain armada, kebutuhan alat pelindung diri juga menjadi perhatian. Saat ini Damkar Tangsel baru memiliki sekitar 30 set pakaian tahan panas, sedangkan kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 60 set.
Benyamin mendorong agar pengadaan pakaian tahan api bagi petugas yang bertugas masuk ke lokasi kebakaran turut dimasukkan dalam rencana kebutuhan Damkar.
Adam menambahkan, peningkatan sarana dan prasarana akan diarahkan mulai 2027 dan dilakukan secara bertahap hingga 2029. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan seluruh armada dan sarana pendukung Damkar Tangsel dalam menjalankan tugas pemadaman maupun penyelamatan.
“Target peningkatan pengadaan mulai 2027 agar seluruh armada dan sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan secara bertahap hingga 2029,” tandasnya. (*)







