Cirebon, Semartara.News — Persoalan sampah masih menjadi tantangan yang dihadapi sejumlah desa, termasuk Desa Ciperna, Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 128 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) menggagas solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Bersama Pemerintah Desa Ciperna dan warga, mahasiswa KKN 128 membangun fasilitas pembakaran sampah anorganik berupa Rocket Stove. Program tersebut dirancang sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah yang belum terkelola di lingkungan desa.
Gagasan pembangunan Rocket Stove muncul setelah mahasiswa melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan Desa Ciperna. Pembangunan dimulai pada Kamis (13/8/2026) dengan melibatkan pemerintah desa, warga, perusahaan, hingga pelaku UMKM setempat.
Dukungan terhadap program tersebut tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga tenaga dan kebutuhan logistik selama proses pembangunan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat membuat pembangunan fasilitas berjalan secara gotong royong.
Ketua Kelompok KKN 128, Fadhil, mengaku terkesan dengan antusiasme warga dalam mendukung program tersebut.
“Tidak menyangka, antusias masyarakat untuk ikut andil dalam program kerja ini ternyata besar sekali. Ada dukungan dari Pak Kuwu, pihak sponsor, sampai warga yang rela ikut panas-panasan membantu tenaga,” ujar Fadhil saat dihubungi, Rabu (26/8/2026).
Salah satu warga Ciperna, Supandi, turut terlibat langsung dalam proses pembangunan. Menurutnya, peran warga diperlukan karena mahasiswa tidak seluruhnya memiliki pengalaman dalam pekerjaan konstruksi.
“Kalau mahasiswa sendirian membuatnya tidak mungkin bisa, karena jam terbang juga memengaruhi. Bukan bidang mereka untuk bermain semen dan bata seperti ini,” kata Supandi.
Pembangunan Rocket Stove juga mendapat pendampingan dari Najib, relawan komunitas Yayasan Wangsakerta yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan. Pendampingan tersebut dilakukan agar konstruksi dan fungsi fasilitas dapat disesuaikan dengan kondisi lokasi.
Setelah dikerjakan selama tiga hari, Rocket Stove dengan ukuran tinggi dan panjang sekitar dua meter tersebut rampung pada Sabtu (15/8/2026).
Fasilitas itu kemudian diresmikan pada Rabu (19/8/2026) oleh mahasiswa KKN 128 bersama Pemerintah Desa Ciperna. Peresmian turut dihadiri masyarakat setempat.
Kepala Desa Ciperna, Gunawan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN 128 yang dinilai memberikan manfaat bagi lingkungan. Ia berharap keberadaan Rocket Stove dapat membantu mengurangi volume sampah yang belum terkelola di Desa Ciperna.
“Adanya program kerja Rocket Stove ini sangat bagus karena dapat mengurangi dan meminimalisir sampah yang belum terbuang ke tempat pembuangan akhir,” ujar Gunawan.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat melanjutkan pemanfaatan serta perawatan fasilitas sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. (Hijar/Red)







