HIMNI Dorong Pemanfaatan Nuklir untuk Kesehatan, Pertanian hingga Industri

HIMNI mendorong pemanfaatan teknologi nuklir di sektor kesehatan, pertanian, pangan, lingkungan hingga industri di Indonesia.
Pengurus HIMNI periode 2026-2031 berfoto bersama setelah pengukuhan. Kepengurusan baru mendorong pemanfaatan teknologi nuklir untuk berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pertanian, pangan, lingkungan hingga industri. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) periode 2026-2031 mendorong pemanfaatan teknologi nuklir agar semakin luas di berbagai bidang kehidupan. Organisasi tersebut menilai nuklir memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan masyarakat, tidak hanya dalam sektor energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Ketua Umum HIMNI periode 2026-2031, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan pemanfaatan teknologi nuklir dapat dikembangkan untuk berbagai kepentingan, mulai dari kesehatan, pertanian, pangan, lingkungan hingga industri.

Menurut Djarot, pemahaman mengenai nuklir selama ini masih sering dikaitkan dengan pembangkit listrik atau persenjataan. Padahal, teknologi tersebut memiliki beragam penerapan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Goal-nya tidak hanya PLTN. Bagaimana pemanfaatan teknologi nuklir itu bisa lebih luas,” kata Djarot dalam kegiatan pengukuhan dan penyampaian program kerja HIMNI periode 2026-2031 di Aula PT Intergy, TBIC-BRIN, Sabtu (13/8/2026).

Salah satu sektor yang dapat memanfaatkan teknologi nuklir adalah kesehatan. Teknologi berbasis nuklir dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan medis, termasuk membantu penanganan penyakit kanker melalui pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kedokteran.

Di sektor pertanian, teknologi nuklir juga memiliki peran dalam pengembangan benih unggul. Pemanfaatannya dapat membantu menghasilkan varietas tanaman dengan karakteristik tertentu yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Pemanfaatan lainnya berada pada sektor pangan. Djarot menyebut teknologi nuklir dapat digunakan untuk proses pengawetan makanan melalui iradiasi. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi nuklir yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Selain kesehatan, pertanian dan pangan, teknologi nuklir juga dapat diterapkan untuk kepentingan lingkungan. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi untuk mengukur tingkat polusi.

Teknologi nuklir juga dapat digunakan dalam metode uji tak merusak atau non-destructive testing. Metode tersebut memungkinkan pemeriksaan kondisi suatu benda maupun struktur untuk mendeteksi kerusakan tanpa harus merusak objek yang diperiksa.

Menurut Djarot, berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa ruang pemanfaatan teknologi nuklir jauh lebih luas dibandingkan pemahaman masyarakat yang selama ini hanya berfokus pada PLTN.

Karena itu, HIMNI ingin mendorong agar informasi mengenai manfaat teknologi nuklir dapat semakin dikenal oleh masyarakat maupun para pemangku kepentingan.

“Tujuan utama itu bagaimana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir makin luas di Indonesia. Kedua, kita juga membantu banyak pihak mengenal apa itu nuklir,” ujarnya.

Djarot menilai peningkatan pemahaman menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan teknologi nuklir. Semakin banyak masyarakat memahami fungsi dan manfaatnya, semakin terbuka pula peluang pengembangan teknologi tersebut untuk berbagai kebutuhan.

Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya telah memiliki banyak sumber daya manusia yang menggunakan teknologi nuklir dalam pekerjaan mereka. Namun, sebagian di antaranya belum dikenal sebagai bagian dari komunitas nuklir.

Melalui kepengurusan periode 2026-2031, HIMNI ingin memperkuat peran organisasi dalam memperkenalkan berbagai manfaat teknologi nuklir sekaligus mendorong keterlibatan lebih banyak pihak dalam pengembangannya.

Dengan pendekatan tersebut, HIMNI berharap teknologi nuklir dapat semakin dipandang sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat, bukan semata-mata berkaitan dengan energi atau persenjataan. (*)

Tinggalkan Balasan