Tangerang, Semartara.News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Langkah tersebut dilakukan menyusul informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi rendahnya curah hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG terdapat 12 kecamatan yang masuk kategori waspada karena mengalami curah hujan sangat rendah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mengantisipasi berbagai dampak yang dapat terjadi di tengah musim kemarau.
Hal itu disampaikan Maesyal saat memimpin Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (6/8/2026).
Adapun 12 kecamatan yang masuk wilayah waspada meliputi Balaraja, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, dan Teluknaga.
Wilayah tersebut, terutama kawasan utara Kabupaten Tangerang, ditandai dengan warna cokelat dalam peta prakiraan curah hujan BMKG yang menunjukkan potensi minim hujan hingga akhir Oktober 2026.
“Seluruh camat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan berdasarkan informasi dari BMKG. Segera lakukan langkah antisipasi agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan,” ujar Maesyal.
Ia menjelaskan, BMKG mencatat sejak 17 Juni hingga 2 Agustus 2026 atau selama 46 hari, sebagian wilayah Kabupaten Tangerang tidak mengalami hujan. Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.
Sebagai bentuk mitigasi, BMKG juga akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Maesyal meminta para camat bersama perangkat desa dan unsur terkait segera melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak, khususnya terkait kebutuhan air bersih masyarakat.
“Khusus penanganan kekurangan air bersih, saya minta segera disiapkan Surat Keputusan Bupati tentang penanganan dampak El Nino. BPBD menjadi koordinator penanganan di lapangan dan berkoordinasi dengan PDAM, Pertamina maupun instansi terkait lainnya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain ancaman kekurangan air bersih, pemerintah daerah juga mengantisipasi dampak lain akibat musim kemarau, seperti meningkatnya debu, potensi kebakaran, hingga risiko keretakan tanah yang dapat memicu bencana ketika hujan kembali turun.
Bupati juga meminta setiap camat segera melaporkan kondisi wilayah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) apabila terjadi gangguan pasokan air bersih agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Melalui peningkatan kesiapsiagaan tersebut, Pemkab Tangerang berharap seluruh wilayah tetap mampu menghadapi kondisi musim kemarau dengan baik serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (*)







