CoFest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Bersaing di Industri Kreatif Era Digital

CoFest 2026 membekali generasi muda dengan wawasan, keterampilan, dan jejaring untuk menghadapi industri kreatif digital.
Peserta dan narasumber Seminar CoFest 2026 berfoto bersama setelah sesi diskusi mengenai industri kreatif dan pengembangan kompetensi generasi muda di era digital yang digelar Universitas Pembangunan Jaya. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru sekaligus menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melalui Collaboration Festival (CoFest) 2026 menghadirkan ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi guna mempersiapkan talenta muda menghadapi persaingan di industri kreatif.

Festival tahunan yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Humaniora dan Bisnis UPJ ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif yang dirancang untuk memperkuat keterampilan dan wawasan peserta. Melalui seminar, workshop, kompetisi, hingga konser musik, CoFest 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami dinamika industri kreatif yang terus berkembang.

Salah satu agenda utama dalam CoFest 2026 adalah seminar yang menghadirkan praktisi dari Female Daily Network, W Brand Consultant, dan KitaBisa. Sebanyak 820 peserta mengikuti sesi tersebut untuk memperoleh wawasan mengenai tren industri kreatif, strategi membangun personal branding, hingga peluang karier yang muncul di era digital.

Para pembicara juga menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dan membangun identitas diri sebagai modal utama dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kreativitas dinilai tidak lagi cukup tanpa dibarengi karakter serta nilai yang membedakan seseorang dari yang lain.

Salah satu pembicara seminar, Faris, menekankan bahwa setiap individu perlu menemukan keunikan yang dapat menjadi kekuatan personal dalam membangun karier di industri kreatif.

“Kunci untuk bertahan di dunia industri kreatif adalah mencari keunikan diri sendiri karena kita harus memiliki perbedaan yang menonjol dengan orang lain,” ujarnya.

Selain seminar, CoFest 2026 juga menghadirkan Workshop Content Creation yang ditujukan bagi siswa SMA dan SMK. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan praktis mengenai proses produksi konten digital, mulai dari pengembangan ide hingga teknik penyajian konten yang relevan dengan kebutuhan audiens saat ini.

Komitmen untuk mendorong lahirnya talenta kreatif juga diwujudkan melalui berbagai kompetisi yang melibatkan peserta dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Sebanyak 175 peserta ambil bagian dalam Kids Coloring and Drawing Competition serta Photography Competition yang menjadi sarana mengasah kreativitas sejak usia dini.

Di sisi lain, CoFest 2026 juga menjadi ajang membangun jejaring antara dunia pendidikan dan industri. Kehadiran para praktisi memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami kebutuhan industri secara langsung sekaligus memperluas perspektif mengenai peluang profesi di sektor kreatif.

Puncak kegiatan berlangsung melalui CoFest Music Concert yang dihadiri lebih dari 900 penonton. Selain menjadi hiburan, konser tersebut memperkuat semangat kolaborasi dan kreativitas yang menjadi nilai utama penyelenggaraan CoFest setiap tahunnya.

Sebagai agenda yang telah diselenggarakan sejak 2015, CoFest terus berkembang menjadi platform pengembangan talenta muda yang menghubungkan pendidikan, industri, dan komunitas kreatif. Melalui CoFest 2026, Universitas Pembangunan Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif era digital. (Ril)

Tinggalkan Balasan