16 Pangkalan LPG 3 Kg Ikuti Evaluasi Tata Kelola PT CSE

16 pangkalan LPG 3 kg mengikuti evaluasi tata kelola PT CSE di Tangerang untuk memperkuat disiplin, kepatuhan, dan transparansi distribusi.
Suasana evaluasi tata kelola PT Cahaya Sekar Energi bersama 16 mitra pangkalan LPG 3 kilogram di kantor PT CSE, Bojong Nangka, Kabupaten Tangerang, Senin (7/9/2026). (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Sebanyak 16 pangkalan LPG 3 kilogram mengikuti evaluasi tata kelola yang digelar PT Cahaya Sekar Energi (CSE) di Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kedisiplinan mitra dan memastikan penyaluran LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.

Kegiatan berlangsung di kantor PT CSE, Jalan Dasana Indah, Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Seluruh mitra pangkalan yang berada dalam jaringan distribusi perusahaan mengikuti evaluasi tersebut.

Manager Pelaksana PT Cahaya Sekar Energi, Ananta Wahana, mengatakan evaluasi merupakan bagian dari pembinaan rutin perusahaan terhadap para mitra pangkalan.

Menurutnya, kedisiplinan mitra menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi LPG 3 kilogram hingga ke tingkat konsumen.

“Evaluasi ini bukan sekadar mencari kekurangan, tetapi menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman dan memperbaiki tata kelola bersama. Kami ingin seluruh mitra menjalankan ketentuan yang berlaku secara konsisten,” kata Ananta.

Ia menjelaskan, pangkalan memiliki posisi penting dalam rantai distribusi karena menjadi titik terakhir sebelum LPG 3 kilogram diterima masyarakat. Karena itu, berbagai aspek, mulai dari administrasi, pencatatan, penyaluran hingga pelayanan kepada konsumen, perlu dijalankan secara tertib.

Ananta juga menekankan pentingnya kedisiplinan mitra dalam menggunakan Mandiri Value Chain (MVC), aplikasi hasil kerja sama PT Pertamina (Persero) dan Bank Mandiri yang digunakan untuk mendukung proses pemesanan, pembayaran secara cashless, serta monitoring transaksi LPG.

“Pangkalan harus disiplin menggunakan aplikasi yang telah disediakan Pertamina, yaitu Mandiri Value Chain atau MVC, untuk proses pemesanan, pembayaran dan monitoring transaksi. Jangan melakukan pembayaran melalui admin perusahaan CSE,” tegasnya.

Menurut Ananta, pembayaran melalui pihak yang tidak sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan berpotensi menimbulkan persoalan administrasi dan dapat merugikan pihak pangkalan maupun perusahaan.

“Pembayaran harus dilakukan melalui mekanisme yang sudah ditetapkan. Jangan melalui admin perusahaan. Ini penting untuk menjaga transparansi, keamanan transaksi, dan menghindari hal-hal yang dapat merugikan pihak pangkalan maupun perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan MVC memberikan rekam transaksi yang lebih jelas sehingga proses pembayaran dan pemesanan dapat dipantau dengan baik.

“Kami ingin semuanya tercatat dengan baik. Pangkalan terlindungi, perusahaan juga terlindungi. Karena itu, ikuti mekanisme yang sudah ditetapkan dan jangan mencari jalan pintas dalam proses pembayaran maupun pemesanan,” kata Ananta.

Selain memberikan evaluasi dan arahan, kegiatan tersebut menjadi forum bagi perusahaan untuk mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi mitra di lapangan.

Sejumlah persoalan terkait operasional pangkalan dibahas bersama untuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara efektif tanpa mengabaikan ketentuan distribusi LPG bersubsidi.

Salah seorang mitra pangkalan LPG 3 kilogram, Rahmat, menilai kegiatan evaluasi memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai kewajiban dan tata kelola yang harus dijalankan.

“Bagi kami, evaluasi seperti ini penting. Selain mendapatkan arahan, kami juga bisa menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan. Jadi, ketika ada aturan atau mekanisme yang perlu diperbaiki, kami bisa langsung memahami dan menyesuaikannya,” katanya.

Menurut Rahmat, pembinaan yang dilakukan secara berkala juga membantu mitra meningkatkan kedisiplinan, terutama dalam hal pencatatan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tentu ingin penyaluran LPG berjalan tertib. Kalau tata kelolanya baik, kami sebagai pangkalan juga lebih nyaman dan masyarakat mendapatkan pelayanan dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan mitra pangkalan lainnya, Suwardi. Ia menilai evaluasi dan pembinaan penting untuk memastikan setiap pangkalan memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan ketentuan distribusi LPG 3 kilogram.

“Dengan adanya evaluasi seperti ini, kami bisa mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki. Arahan dari perusahaan juga membantu kami agar lebih tertib dalam menjalankan kegiatan pangkalan,” katanya.

PT CSE berharap evaluasi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola distribusi LPG 3 kilogram yang lebih tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, perusahaan menargetkan seluruh mitra pangkalan mampu menjaga kedisiplinan, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan distribusi, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan