Pesan Wali Kota Tangsel kepada Lurah dan Pasangan: Jangan Hanya Dihormati karena Jabatan

Lurah disebut menjadi wajah pemerintahan yang dekat dengan warga. Benyamin Davnie pun menekankan pentingnya integritas.
Benyamin Davnie bersama para lurah dan pasangan dalam kegiatan Keluarga Berintegritas se-Kota Tangerang Selatan, Selasa (15/9/2026). Para lurah didorong menjadi pemimpin yang tidak hanya dihormati karena jabatan, tetapi juga karena integritas dan keteladanannya. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meminta para lurah tidak hanya menjadi sosok yang dihormati karena jabatan, tetapi mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui integritas, ketulusan, dan keteladanan.

Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat memberikan arahan dalam kegiatan Keluarga Berintegritas yang diikuti puluhan lurah bersama pasangan se-Kota Tangsel, Selasa (15/9/2026).

Menurut Benyamin, integritas aparatur tidak cukup dibangun melalui regulasi, sistem pengendalian, maupun pengawasan. Integritas harus menjadi bagian dari karakter dan pilihan hidup aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun kehidupan sehari-hari.

“Ketika kita berbicara tentang integritas, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang nilai, karakter, dan pilihan hidup,” kata Benyamin.

Ia mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter seseorang. Keluarga menjadi tempat pertama untuk belajar mengenai kejujuran, tanggung jawab, kesantunan, dan kepedulian.

Dari lingkungan keluarga pula, seseorang belajar membedakan antara yang benar dan salah serta memahami hak dan kewajiban.

“Karena itu, ketika kita ingin membangun aparatur yang berintegritas, sesungguhnya kita juga harus membangun keluarga yang berintegritas,” ujarnya.

Lurah Jadi Wajah Pemerintahan

Benyamin menilai lurah memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pemimpin pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

Warga berinteraksi langsung dengan kelurahan untuk mendapatkan pelayanan, menyampaikan aspirasi, mengadukan persoalan, hingga mencari solusi atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi.

“Warga datang ke kelurahan untuk mendapatkan pelayanan, menyampaikan aspirasi, mengadukan persoalan, hingga mencari solusi,” jelasnya.

Karena intensitas pertemuan tersebut, menurut Benyamin, perilaku lurah turut menentukan bagaimana masyarakat memandang pemerintah.

Bagi masyarakat, pemerintahan bukan sesuatu yang abstrak. Pemerintahan hadir melalui sikap dan perilaku aparatur yang mereka temui setiap hari.

“Semakin dekat seorang pemimpin dengan masyarakat, semakin besar pula tuntutan keteladanannya,” kata Benyamin.

Ia menambahkan, masyarakat akan menilai seorang lurah dari cara berbicara, memberikan pelayanan, mengambil keputusan, serta memperlakukan warga.

Lebih dari itu, masyarakat juga akan melihat apakah nilai-nilai yang disampaikan seorang pemimpin benar-benar tercermin dalam perilakunya.

Jabatan Adalah Amanah

Benyamin menegaskan jabatan bukan sekadar kewenangan, melainkan sebuah kepercayaan. Kepercayaan tersebut tidak cukup dijaga melalui kata-kata, tetapi harus dibuktikan lewat sikap, tindakan, dan keteladanan.

Ia mengingatkan bahwa setiap jabatan pada akhirnya akan berakhir. Ruang kerja akan ditinggalkan dan kewenangan akan berganti. Namun, amanah dan nama baik seseorang akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Karena itu, Benyamin meminta para lurah tidak menjadikan jabatan sebagai ukuran utama keberhasilan dalam memimpin.

Pasangan Diminta Saling Mengingatkan

Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menyoroti peran pasangan dalam menjaga integritas aparatur.

Menurutnya, keluarga dapat menjadi tempat untuk saling mengingatkan ketika seorang pemimpin menghadapi godaan maupun tekanan dalam menjalankan tugas.

“Ketika ada godaan, saling mengingatkan. Ketika ada tekanan, saling menguatkan. Dan ketika harus memilih, pilihlah yang benar, bukan sekadar yang mudah,” tuturnya.

Benyamin berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan Keluarga Berintegritas tidak berhenti sebagai materi kegiatan, tetapi diterapkan dalam kehidupan keluarga dan pelaksanaan tugas pemerintahan.

Ia pun menitipkan pesan kepada para lurah dan pasangan agar menjadikan integritas sebagai bagian dari kepemimpinan dan kehidupan sehari-hari.

“Kepada para lurah dan para pasangan, saya titipkan satu pesan: jangan hanya menjadi pemimpin yang dihormati karena jabatan, tetapi jadilah pemimpin yang dihormati karena integritas, ketulusan, dan keteladanannya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan