Pemkot Tangsel Siapkan Dukungan untuk Sekolah yang Kesulitan Jalankan Program Adiwiyata

Pemkot Tangsel berupaya membantu sekolah yang menghadapi kendala agar kembali aktif menjalankan Program Adiwiyata secara berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, memimpin diskusi bersama perwakilan sekolah dalam kegiatan penguatan Program Adiwiyata di kawasan BSD, Serpong, Kamis (29/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan kendala pelaksanaan program sekaligus membahas dukungan yang dibutuhkan agar sekolah dapat kembali aktif menjalankan berbagai kegiatan peduli lingkungan. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) berupaya memperkuat pelaksanaan Program Adiwiyata dengan menyiapkan dukungan bagi sekolah-sekolah yang mengalami kendala dalam menjalankan program peduli lingkungan tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah ditemukan sejumlah sekolah yang telah memperoleh predikat Adiwiyata, tetapi belum aktif melanjutkan berbagai kegiatan lingkungan di sekolahnya. Keterbatasan biaya operasional, kurangnya keterlibatan tenaga pendidik, minimnya penggerak, hingga fasilitas pendukung menjadi beberapa persoalan yang dihadapi.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan bahwa Pemkot Tangsel ingin mengetahui secara langsung kebutuhan masing-masing sekolah agar dukungan yang diberikan dapat sesuai dengan kendala di lapangan.

Hal tersebut dibahas melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi bersama pihak sekolah yang berlangsung di kawasan BSD, Serpong, Kamis (29/10/2026).

“Melalui kegiatan ini, kita bertukar pikiran dan bersilaturahmi untuk mendengarkan masukan dari sekolah, mengetahui apa yang masih kurang, serta melihat dukungan apa yang bisa kita berikan agar program Adiwiyata terus berjalan,” ujar Pilar.

Ia menjelaskan, terdapat lebih dari 100 sekolah Adiwiyata di Kota Tangerang Selatan dengan tingkat keaktifan pelaksanaan program yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Tangsel untuk mendorong sekolah yang sebelumnya telah meraih penghargaan agar kembali menjalankan program secara berkelanjutan.

Menurut Pilar, penguatan Program Adiwiyata tidak cukup hanya dengan mendorong sekolah memperoleh predikat penghargaan. Lebih dari itu, berbagai kegiatan peduli lingkungan perlu terus diterapkan sehingga menjadi bagian dari kebiasaan warga sekolah.

Pemkot Tangsel juga berupaya mendorong sekolah-sekolah yang belum mengikuti Program Adiwiyata agar mulai menerapkan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Sekolah yang telah memenuhi kriteria nantinya dapat mengikuti proses penilaian untuk memperoleh predikat Adiwiyata tingkat nasional.

Upaya tersebut menyasar sekolah negeri maupun swasta, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), termasuk sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Pilar menegaskan, keterlibatan seluruh satuan pendidikan diperlukan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Pendidikan tersebut perlu dimulai dari keluarga dan sekolah, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Selain membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, Program Adiwiyata juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan melalui penerapan berbagai kegiatan ramah lingkungan di sekolah.

Melalui langkah tersebut, Pemkot Tangsel berharap sekolah-sekolah yang menghadapi kendala dapat kembali aktif menjalankan Program Adiwiyata. Dengan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan diharapkan dapat terus berkembang dan diterapkan secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan