Pemkab Tangerang Perluas Layanan Kesehatan Gratis, Fokus Eliminasi TBC dan Pencegahan Stunting

Pemkab Tangerang memperluas layanan kesehatan gratis dengan fokus eliminasi TBC dan pencegahan stunting di seluruh wilayah.
Suasana Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis yang dipimpin Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Pendopo Bupati Tangerang. Rakor membahas perluasan layanan kesehatan gratis, percepatan eliminasi TBC, serta penguatan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Tangerang. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat strategi pembangunan kesehatan melalui perluasan layanan kesehatan gratis yang diiringi percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) serta upaya pencegahan stunting. Langkah tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis Kabupaten Tangerang yang dipimpin Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Maesyal meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, pemerintah kecamatan, hingga kader kesehatan memperkuat kolaborasi agar program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran.

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, camat, dan seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen serta kolaborasi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Maesyal.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemkab Tangerang ialah memperluas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis ke lingkungan pendidikan. Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan diminta menyusun agenda pemeriksaan kesehatan secara serentak di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, hingga pondok pesantren.

Menurut Maesyal, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dapat memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sehingga berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar. Ia juga meminta seluruh puskesmas berkolaborasi dengan kader Posyandu serta melakukan penginputan hasil skrining secara digital melalui aplikasi SatuSehat.

Selain memperluas akses layanan kesehatan, Pemkab Tangerang juga memprioritaskan percepatan eliminasi TBC. Untuk mempermudah pemetaan kasus di setiap wilayah, Maesyal meminta sistem pelaporan tidak lagi menggunakan persentase, melainkan angka prevalensi riil per 100 ribu penduduk.

Ia turut mengapresiasi keberhasilan Kecamatan Jambe, khususnya Desa Taban, yang dinilai berhasil menjadi contoh penanganan TBC terpadu. Melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat RT, jumlah kasus TBC di desa tersebut berhasil ditekan dari delapan kasus pada 2025 menjadi tiga kasus dan kini bersiap menuju status eliminasi.

Di sisi lain, upaya pencegahan stunting juga terus diperkuat melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Pemkab Tangerang menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin di puskesmas serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) kegawatdaruratan di seluruh fasilitas kesehatan.

Maesyal mengatakan, RSUD Kabupaten Tangerang kini telah didukung dokter spesialis feto-maternal yang mampu mendeteksi kelainan janin sejak usia kehamilan delapan minggu. Selain itu, rumah sakit tersebut juga memiliki ruang perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) level 3 untuk meningkatkan kualitas layanan bagi bayi yang membutuhkan penanganan intensif.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Pemkab Tangerang juga terus mengoptimalkan implementasi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pemeriksaan Kesehatan Pranikah. Kebijakan tersebut mewajibkan calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan paling lambat tiga bulan sebelum akad nikah sebagai upaya mencegah stunting, menekan risiko kelainan bawaan pada bayi, serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Melalui penguatan layanan kesehatan gratis, percepatan eliminasi TBC, dan berbagai program pencegahan stunting, Pemkab Tangerang berharap kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat serta mampu mewujudkan generasi yang lebih sehat dan produktif. (*)

Tinggalkan Balasan