Kerja Sama IAILM dan Bawaslu Tasikmalaya Bidik Penguatan Demokrasi melalui Pemilu

Kerja sama IAILM dan Bawaslu Tasikmalaya menyoroti penguatan demokrasi, keadilan, dan kepemimpinan yang berpihak pada masyarakat.
Rektor IAILM Dr. Asep Salahudin dan Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda, S.P., menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama antarlembaga di kampus IAILM Pesantren Suryalaya, Rabu (28/10/2026). Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan demokrasi melalui pengawasan pemilu serta politik yang mengedepankan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. (Foto: Ist)

Tasikmalaya, Semartara.News — Kerja sama Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pesantren Suryalaya dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan nilai-nilai demokrasi melalui pemilu yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di kampus IAILM Pesantren Suryalaya, Rabu (28/10/2026). Dokumen kerja sama ditandatangani Rektor IAILM Dr. Asep Salahudin dan Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda, S.P., serta disaksikan jajaran pimpinan kedua lembaga.

Kerja sama ini menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam kehidupan demokrasi, terutama untuk mendorong proses pemilihan yang berkualitas dan menghasilkan kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Demokrasi Tak Sekadar Pergantian Kekuasaan

Rektor IAILM Dr. Asep Salahudin menegaskan bahwa pemilihan pemimpin eksekutif dan legislatif tidak semestinya hanya dimaknai sebagai proses pergantian kekuasaan. Lebih dari itu, pemilu perlu menjadi sarana untuk menghadirkan pemimpin yang mampu memperjuangkan keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Asep, kehidupan politik perlu diarahkan pada tujuan yang lebih luas, yakni memastikan kekuasaan dijalankan dengan tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bahwa pemilihan eksekutif dan legislatif mesti menghasilkan pimpinan yang dapat menebarkan keadilan, mewujudkan pemerataan, dan memastikan kesejahteraan,” ucap Asep.

Pandangan tersebut menempatkan kualitas kepemimpinan sebagai salah satu hal penting dalam kehidupan demokrasi. Proses pemilihan tidak hanya berkaitan dengan penentuan pemimpin, tetapi juga dengan harapan masyarakat terhadap kebijakan dan arah pembangunan setelah pemilihan berlangsung.

Bawaslu Tekankan Peran Perguruan Tinggi

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan anggota legislatif (pileg) yang berkualitas.

“Kampus sangat strategis dalam mewujudkan pilkada dan pileg yang baik,” kata Dodi.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan institusi pendidikan dalam mendukung kehidupan demokrasi. Perguruan tinggi memiliki ruang untuk ikut mendorong pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi, sementara pengawasan pemilu menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas proses pemilihan.

Kolaborasi antara IAILM dan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya pun membuka ruang kerja sama antarlembaga dalam mendukung penguatan demokrasi. Meski demikian, bentuk kegiatan lanjutan dari kesepakatan tersebut belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia.

Politik sebagai Sarana Mewujudkan Kebaikan

Asep berharap penandatanganan MoU tersebut tidak berhenti sebagai kesepakatan formal, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai demokrasi, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan mendorong praktik politik yang sehat serta bertanggung jawab.

Ia memandang politik perlu dihidupkan sebagai sarana untuk menebarkan nilai kebaikan dan mengedepankan akal sehat. Dalam pandangan tersebut, keterlibatan warga menjadi bagian penting untuk memastikan kehidupan demokrasi tetap berlandaskan kedaulatan masyarakat.

“MoU jadi kanal bahwa politik harus dihidupkan untuk menebarkan nilai kebaikan, akal sehat, dan keterlibatan warga secara berdaulat,” pungkas Rektor IAILM.

Melalui kerja sama ini, penguatan demokrasi menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kedua lembaga. Harapannya, nilai-nilai demokrasi tidak hanya hadir dalam proses pemilihan, tetapi juga tercermin dalam kepemimpinan yang mengedepankan keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat. (Rls/Red)

Tinggalkan Balasan