Bupati Tangerang Libatkan Generasi Muda dalam Aksi Iklim Lewat Program YCAF 2026

Bupati Tangerang mendorong keterlibatan generasi muda dalam aksi iklim melalui program YCAF 2026 untuk mengatasi masalah lingkungan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama para penerima hibah Youth Climate Action Fund (YCAF) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 dalam penyerahan piagam penghargaan. Program ini menjadi salah satu upaya mendorong partisipasi generasi muda dalam aksi iklim dan pelestarian lingkungan melalui gagasan kreatif serta inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Pemerintah Kabupaten Tangerang mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim melalui program Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) Tahun 2026. Melalui program tersebut, sebanyak 12 kelompok pemuda terpilih menerima dukungan hibah untuk mengembangkan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan melalui kreativitas, inovasi, dan semangat kolaborasi. Karena itu, keterlibatan anak muda perlu diperluas agar upaya menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat.

Menurut Maesyal, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan merupakan tantangan yang membutuhkan partisipasi berbagai elemen. Persoalan sampah, pencemaran air, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga risiko bencana akibat perubahan iklim perlu ditangani melalui langkah konkret dan berkelanjutan.

“Program ini bukan sekadar memberikan dukungan pendanaan melalui hibah microgrant, melainkan juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Maesyal saat penyerahan piagam penghargaan kepada penerima hibah YCAF Kabupaten Tangerang Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).

Ia berharap program tersebut dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Para penerima hibah juga didorong untuk melibatkan warga dan mengajak lebih banyak anak muda berpartisipasi dalam pelaksanaan program.

Maesyal menegaskan, gagasan yang telah mendapatkan dukungan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pengelolaan dana secara transparan dan tepat sasaran juga diperlukan agar manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat serta lingkungan sekitar.

Ia turut mendorong agar kegiatan yang dikembangkan para penerima hibah tetap berlanjut setelah pendanaan berakhir. Praktik baik yang terbukti bermanfaat diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Tangerang.

12 Kelompok Pemuda Bawa Gagasan Lingkungan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menjelaskan bahwa 12 kelompok tersebut terpilih melalui proses seleksi bertahap. Dari 40 proposal yang masuk pada tahap awal, Dewan Juri menyaringnya menjadi 18 proposal sebelum menetapkan para penerima hibah.

Gagasan yang diajukan para peserta berangkat dari beragam persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pembuatan eco enzyme, pengembangan alat pemantau kualitas udara, serta pembuatan lubang biopori untuk membantu pengendalian banjir.

“Intinya 12 ini pun, proposalnya itu semua terkait dengan persoalan yang ada di lingkungan hidup,” kata Erwin.

Menurutnya, gagasan-gagasan tersebut diharapkan mampu memberikan solusi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan di Kabupaten Tangerang. Dengan dukungan hibah, kelompok pemuda terpilih diharapkan dapat mengembangkan dan melaksanakan program sesuai dengan proposal yang telah dinyatakan lolos seleksi.

Penyaluran Hibah Ditargetkan Pertengahan November

Erwin mengatakan Bappeda akan melaporkan hasil seleksi kepada Bloomberg Philanthropies untuk mempercepat proses penyaluran dana hibah. Pihaknya juga berencana mengunjungi kelompok penerima untuk mempersiapkan kelengkapan persyaratan administratif dan teknis sebelum program dijalankan.

Ia berharap dana hibah dapat dicairkan pada pertengahan November 2026 sehingga para penerima dapat segera merealisasikan gagasan yang telah dipresentasikan.

Dalam proses seleksi, Bappeda melibatkan juri dari kalangan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta perwakilan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang. Bloomberg Philanthropies juga terlibat dalam proses kurasi secara daring.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyeleksi gagasan yang sesuai dengan persoalan lingkungan dan berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyerahan piagam, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga melakukan penyiraman eco enzyme ke danau serta penanaman bambu di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Melalui YCAF 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semakin banyak generasi muda terlibat dalam aksi iklim dan pelestarian lingkungan. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi dari kelompok penerima hibah, tetapi juga mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan