Dr. Hamdani Ungkap Strategi ICMI Kabupaten Tangerang Hadapi Perubahan Teknologi

Pimpin ICMI Kabupaten Tangerang, Dr. Hamdani siapkan program penguatan SDM, pendidikan, kesehatan, UMKM, dan ketahanan pangan.
Penyerahan bendera ICMI kepada Dr. Hamdani menandai dimulainya kepemimpinan baru ICMI Kabupaten Tangerang periode 2026–2031, dengan agenda penguatan SDM dan kesejahteraan masyarakat. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Ketua ICMI Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Tangerang periode 2026–2031, Assoc. Prof. Dr. Hamdani, SE., MM., M.Pd., M.Ak., menyiapkan strategi penguatan kapasitas cendekiawan untuk menghadapi perubahan teknologi dan tantangan zaman yang semakin cepat.

Dr. Hamdani terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 ICMI Orda Kabupaten Tangerang yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Sabtu (26/9/2026). Musda tersebut mengusung tema “Harmoni dalam Pemikiran, Sinergi untuk Pembangunan.”

Hamdani mengatakan, ICMI Kabupaten Tangerang akan memperkuat peran cendekiawan dengan memetakan keahlian anggota dan membangun kolaborasi dengan berbagai institusi, mulai dari sekolah, pesantren, perguruan tinggi, komunitas hingga dunia usaha.

“Visi saya adalah mewujudkan ICMI Kabupaten Tangerang sebagai rumah cendekiawan Muslim yang berintegritas, berjejaring, dan berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas manusia serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Hamdani, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, perubahan teknologi harus direspons dengan peningkatan kapasitas manusia. Karena itu, ICMI tidak hanya akan membicarakan perkembangan teknologi, tetapi juga mendorong pemanfaatannya untuk pendidikan dan penyelesaian persoalan masyarakat.

Perkuat Cendekiawan Hadapi Perubahan

Hamdani menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat Organisasi Satuan (Orsat) sekaligus mengidentifikasi kompetensi dan keahlian para anggota ICMI.

Pemetaan tersebut akan menjadi dasar untuk membangun ruang kerja bersama dengan berbagai pihak.

“Kami akan memulai dengan memperkuat Orsat, mengidentifikasi keahlian anggota, dan membangun ruang kerja bersama dengan sekolah, pesantren, perguruan tinggi, komunitas, serta dunia usaha,” katanya.

Salah satu program yang disiapkan adalah Cendikia Academy. Program ini akan menjadi ruang bagi para cendekiawan untuk terlibat dalam mentoring akademik dan karier, literasi digital, kepemimpinan, serta pendidikan integritas.

Cendekiawan muda juga akan diberi kesempatan untuk memimpin kegiatan dan terlibat dalam pendampingan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, ICMI ingin memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi bekal masyarakat menghadapi perubahan sekaligus instrumen menyelesaikan persoalan di Kabupaten Tangerang.

Siapkan Program Pengabdian

Strategi menghadapi perubahan teknologi tersebut menjadi bagian dari program Pancabakti ICMI Kabupaten Tangerang yang disiapkan untuk periode 2026–2031.

Selain Cendikia Academy, terdapat program Keluarga Sehat yang berfokus pada edukasi gizi, pencegahan stunting, dan akses informasi layanan kesehatan.

Di bidang ekonomi, ICMI menyiapkan Wirausaha Muda Naik Kelas untuk membantu pelajar dan mahasiswa merintis usaha melalui pelatihan, kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, dukungan penyediaan alat, serta fasilitasi akses pembiayaan.

Program tersebut juga menyasar UMKM melalui pendampingan pengelolaan keuangan, pengembangan produk, dan pemasaran.

Sementara Kampung Tangguh diarahkan untuk memperkuat kepedulian terhadap keluarga rentan, kesiapsiagaan bencana, dan ketahanan pangan.

ICMI juga akan mengembangkan ICMI Policy & Data Center sebagai ruang menghimpun aspirasi masyarakat dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data.

Dorong Literasi dan Kesiapan Generasi Muda

Menurut Hamdani, perubahan teknologi membutuhkan kesiapan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas diri dan produktivitas.

Karena itu, Cendikia Academy akan diarahkan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga literasi digital, kepemimpinan, karier, dan integritas.

“Kami juga ingin memberikan ruang kepada cendekiawan muda untuk memimpin kegiatan dan mendampingi masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya ICMI memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam kegiatan organisasi dan pengabdian masyarakat.

Bupati Minta ICMI Perkuat SDM

Strategi ICMI tersebut sejalan dengan pesan Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat membuka Musda ke-3 ICMI.

Maesyal meminta ICMI sebagai organisasi cendekiawan dapat memberikan pemikiran konstruktif bagi pembangunan daerah, terutama dalam penguatan SDM.

“Karena ICMI kumpulan orang-orang pemikir, maka berikan kontribusi pemikirannya untuk pembangunan SDM di Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal.

Bupati juga menyoroti masih adanya anak-anak di desa yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan tinggi akibat kondisi ekonomi keluarga.

Ia meminta ICMI berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendampingi anak-anak yang akan mengikuti program beasiswa Tangerang Gemilang.

“ICMI saya minta koordinasi dan kerja sama dengan kepala desa untuk mendampingi anak-anak yang akan mengikuti program beasiswa Tangerang Gemilang. Kita berikan melalui ICMI anak-anak kita bisa sekolah, bisa kuliah,” tegasnya.

Kolaborasi Jadi Strategi Utama

Hamdani mengatakan, menghadapi perubahan teknologi dan persoalan masyarakat tidak dapat dilakukan ICMI secara sendiri.

Karena itu, organisasi akan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, komunitas, dan organisasi masyarakat.

“Kampus serta pesantren dapat mendukung pendidikan dan kajian; dunia usaha dapat membantu pelatihan, mentoring, dan akses pasar; pemerintah daerah serta organisasi masyarakat dapat menjadi mitra dalam pelaksanaan program dan tindak lanjut rekomendasi,” jelasnya.

Setiap kerja sama akan diarahkan memiliki sasaran, penanggung jawab, jadwal, dan hasil yang jelas.

Melalui ICMI Policy & Data Center, aspirasi masyarakat akan dipertemukan dengan kajian dan data sehingga dapat menjadi masukan bagi kebijakan publik.

Keberhasilan Diukur dari Dampak

Hamdani menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan ICMI Kabupaten Tangerang tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan.

“Ukuran keberhasilan kami adalah manfaat yang dapat dilihat dan dirasakan warga,” tegasnya.

Pada tahap awal, setiap bidang Pancabakti akan memiliki kegiatan percontohan sesuai kebutuhan wilayah dan kapasitas organisasi.

ICMI akan mencatat jumlah kegiatan, peserta, mitra, tindak lanjut pendampingan, serta rekomendasi kebijakan yang disampaikan.

Evaluasi juga akan melihat dampak program, termasuk akses masyarakat terhadap pendidikan dan keterampilan, pemanfaatan pengetahuan baru oleh pelaku usaha, kemudahan memperoleh informasi kesehatan, kesiapsiagaan masyarakat, serta tindak lanjut aspirasi warga.

“Hasil pelaksanaan akan dievaluasi dan dilaporkan secara terbuka. Program yang berhasil akan diperbaiki dan dikembangkan secara bertahap ke wilayah lain selama masa bakti 2026–2031,” kata Hamdani.

Sementara itu, Ketua ICMI Kabupaten Tangerang periode sebelumnya, Maksis Sakhabi, mengatakan Musda ke-3 menjadi bagian penting dalam proses regenerasi organisasi.

“Musda ini sebagai pelaksanaan tanggung jawab kami selaku pengurus lama untuk menyiapkan regenerasi pengurus berikutnya,” ujar Maksis.

Musda ke-3 ICMI Kabupaten Tangerang turut dihadiri Wakil Rektor UMT Prof. Dr. Asrori Muhtarom, Ketua STIE Darul Qolam Abdullah, perwakilan Universitas Salakanagara Ramelan, SH., MH., perwakilan Universitas Pramita Dr. Yoyok, serta para ketua ICMI tingkat satuan atau setingkat kecamatan.

Dengan terpilihnya Dr. Hamdani, ICMI Kabupaten Tangerang memasuki periode kepengurusan 2026–2031 dengan agenda memperkuat kapasitas cendekiawan, meningkatkan kualitas SDM, dan menerjemahkan perkembangan ilmu serta teknologi menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan