Kota Tangsel, Semartara.News — Gerakan Pramuka dinilai memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penguasaan teknologi hingga ketahanan pangan.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyampaikan hal tersebut saat memimpin Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Tingkat Kota Tangsel, Rabu (7/10/2026).
Menurut Benyamin, peran Pramuka di tengah perkembangan zaman tidak sebatas pada kegiatan pembentukan karakter. Gerakan tersebut juga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu bidang yang dinilai dapat dikembangkan adalah ketahanan pangan. Benyamin mendorong generasi muda untuk mengenal berbagai sektor yang mendukung ketersediaan pangan sekaligus memahami keterkaitannya dengan teknologi dan kewirausahaan.
Pramuka Didorong Kenal Sektor Ketahanan Pangan
Benyamin mengatakan ketahanan pangan merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda.
Karena itu, anggota Pramuka dapat memperoleh pengalaman melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan hingga kewirausahaan.
Menurutnya, keterlibatan tersebut bukan hanya bertujuan mengenalkan aktivitas produksi pangan, tetapi juga membuka pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan sumber daya, pemanfaatan teknologi, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.
“Kami memandang ketahanan pangan bukan semata persoalan menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” jelasnya.
Teknologi Jadi Bagian dari Pembelajaran Pramuka
Selain ketahanan pangan, Benyamin menilai perkembangan teknologi juga membuka ruang baru bagi pendidikan kepramukaan.
Generasi muda perlu memiliki kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu melihat teknologi sebagai sarana untuk menciptakan solusi.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital, misalnya, dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran selama penggunaannya tetap diarahkan pada hal-hal yang produktif dan bermanfaat.
Dalam konteks tersebut, kegiatan kepramukaan dapat dikembangkan menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan keterampilan praktis dengan perkembangan teknologi.
Kewirausahaan Buka Ruang Kemandirian Generasi Muda
Benyamin juga menilai aspek kewirausahaan penting dikenalkan kepada anggota Pramuka. Pengalaman mengelola kegiatan produktif dapat membantu generasi muda memahami proses menciptakan nilai, mengelola sumber daya, serta membangun kemandirian.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi dunia kerja sekaligus melihat peluang usaha di lingkungan sekitarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, tetapi juga tempat generasi muda mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dorong Pramuka Ambil Bagian dalam Pembangunan
Benyamin berharap pengembangan kegiatan kepramukaan dapat terus diarahkan pada hal-hal yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menilai generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal berbagai persoalan di lingkungan sekitar sekaligus terlibat dalam mencari solusinya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter kuat, tetapi juga produktif, mandiri, menguasai pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan.
Benyamin pun berharap Gerakan Pramuka dapat terus berkembang sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. (*)







