Kota Tangsel, Semartara.News — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak langsung pada layanan transportasi pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Operasional bus sekolah milik Dinas Perhubungan (Dishub) bahkan diperkirakan berpotensi terganggu mulai Oktober 2026.
Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa anggaran BBM yang tersedia saat ini hanya mampu menopang operasional hingga September 2026. Setelah itu, terdapat potensi kekurangan anggaran yang cukup signifikan.
“Kalau dihitung, anggaran kita hanya cukup sampai September. Setelah itu ada kekurangan, terutama untuk operasional bus sekolah,” ujar Ayep, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan harga BBM jenis Pertamina Dex menjadi faktor utama yang memicu kondisi tersebut. Meski penggunaannya tidak dominan, kebutuhan pada sektor tertentu tetap cukup besar sehingga berdampak pada keseluruhan anggaran.
“Memang ada kenaikan Pertamina Dex. Untuk kebutuhan tertentu porsinya bisa sekitar 70 persen, jadi tetap terasa dampaknya,” jelasnya.
Dishub Tangsel saat ini mengoperasikan 10 unit bus sekolah, terdiri dari lima unit milik pemerintah dan lima unit sewaan. Layanan ini menjadi salah satu fasilitas penting bagi pelajar, terutama untuk mendukung mobilitas ke sekolah dengan aman dan terjangkau.
Namun, keterbatasan anggaran dikhawatirkan akan berdampak pada keberlanjutan layanan tersebut. Jika tidak segera diatasi, operasional bus sekolah berpotensi mengalami pembatasan bahkan penghentian sementara.
“Kalau tidak ada penyesuaian anggaran, tentu akan berdampak ke operasional. Bisa saja layanan dibatasi,” kata Ayep.
Ia menambahkan, perbedaan jenis bahan bakar yang digunakan juga turut memengaruhi beban biaya. Bus sekolah milik pemerintah dengan pelat merah wajib menggunakan BBM nonsubsidi, sementara bus sewaan berpelat kuning masih diperbolehkan menggunakan biosolar.
“Kendaraan pelat merah tidak masuk pengecualian, jadi harus pakai BBM nonsubsidi. Ini yang membuat biaya operasional meningkat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub Tangsel telah mengajukan pergeseran anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan layanan bus sekolah agar tetap berjalan hingga akhir tahun.
“Kami berharap ada solusi cepat agar layanan bus sekolah tetap bisa berjalan dan tidak mengganggu aktivitas pelajar,” pungkasnya. (*)







