Jakarta, Semartara.News — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong agar pelajar di Indonesia diperkenalkan dengan profesi wartawan sejak dini. Menurutnya, pengenalan tersebut penting untuk membuka wawasan siswa mengenai pilihan profesi sekaligus memperkuat kemampuan literasi, menulis, dan menyampaikan gagasan.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Kantor PWI Pusat di lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjadi narasumber program siniar PWI Channel.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti bertemu dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, serta jajaran pengurus PWI Pusat.
Abdul Mu’ti mengatakan jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menyampaikan informasi. Menurutnya, jurnalistik juga mengandung proses pembelajaran yang dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan.
“Jurnalistik itu kan juga di dalam itu ada ilmu, memberikan sesuatu tidak sekadar mengabarkan. Tapi juga tadi, mencerahkan, mendidik, dan sebagainya,” kata Abdul Mu’ti.
Karena itu, ia membuka peluang agar jurnalistik dapat dikembangkan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal jurnalistik sekaligus mengasah keterampilan menulis.
“Kalau bisa misalnya, jurnalistik itu masuk ekstrakurikuler, bagus juga kan. Nah, itu kalau bisa kan kita lebih banyak punya karya wartawan,” ujarnya.
Abdul Mu’ti juga mengajak media dan organisasi profesi seperti PWI ikut menumbuhkan minat pelajar terhadap profesi wartawan. Ia menilai anak-anak perlu mendapatkan informasi mengenai beragam pilihan profesi sejak dini.
“Saya berharap agar media termasuk lembaga seperti PWI ini dapat menumbuhkan minat para pelajar di Indonesia untuk memilih wartawan sebagai profesi. Memang ini tidak selalu mudah, tapi saya kira tetap itu harus kita lakukan. Pilihan profesi itu harus kita berikan sebanyak mungkin kepada anak-anak kita,” katanya.
Menurut Abdul Mu’ti, profesi wartawan saat ini menghadapi tantangan yang semakin besar, salah satunya tuntutan terhadap standar profesionalisme. Karena itu, peningkatan kualitas profesi jurnalistik perlu menjadi perhatian bersama.
Ia juga membagikan pengalamannya berinteraksi dengan wartawan selama menjalankan tugas sebagai menteri. Abdul Mu’ti mengatakan dirinya tetap menjaga komunikasi dengan awak media.
“Alhamdulillah, selama saya jadi menteri tidak pernah berjarak dengan wartawan,” ujarnya.
Ia menegaskan keberadaan wartawan tetap dibutuhkan masyarakat karena memiliki peran dalam menyampaikan informasi. Peningkatan kualitas jurnalistik, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama.
“Nah, ini yang memang tugas kita bersama-sama. Tapi sebagai sebuah profesi ini sangat mulia dan sangat kita perlukan. Eksistensi PWI ini juga sangat penting, semua wartawan yang menyampaikan informasi mempunyai peran,” kata Abdul Mu’ti.
PWI Dorong Penguatan Literasi
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyambut kunjungan Abdul Mu’ti dan berharap pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara PWI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Terima kasih sudah silaturahmi ke PWI. Diharapkan bisa sinergi,” kata Akhmad Munir.
Menurut Akhmad Munir, kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui program penguatan literasi dan kemampuan menulis, termasuk bagi para guru. Program itu diharapkan dapat menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
“Literasi, menulis untuk guru bisa dilakukan untuk seluruh Indonesia,” ujarnya.
Akhmad Munir menilai PWI memiliki fungsi pendidikan yang dapat mendukung penguatan literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain masyarakat dan pelajar, PWI juga menjalankan pendidikan bagi wartawan melalui program peningkatan kompetensi.
“PWI juga tugasnya pendidikan. Dari 10 tugas, 9 poin tentang pendidikan,” katanya.
Ia menyebut jumlah anggota PWI saat ini kurang lebih 40 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribu wartawan telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Anggota PWI kurang lebih 40 ribu, sekitar 20 ribu sudah mengikuti UKW. UKW merupakan bagian pendidikan agar wartawan memiliki standar kompetensi,” kata Akhmad Munir.
Pada akhir pertemuan, Akhmad Munir menyerahkan buku profil biografi Ketua Umum PWI Pusat berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak kepada Abdul Mu’ti. Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan sekaligus bentuk apresiasi dan penguatan hubungan antara PWI dan Kemendikdasmen. (*)







