Berita  

Cak Munir: Wartawan Harus Punya Verifikasi Hati dan Perasaan di Era AI

Saibansah Dardani memimpin PWI Kepri periode 2023–2028. PWI juga menggelar OKK dan UKW untuk memperkuat kompetensi wartawan.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan amanat dalam pelantikan pengurus PWI Kepri di Batam, Kamis (17/9/2026). Ia mengingatkan wartawan untuk memanfaatkan perkembangan AI secara bijak dengan tetap mengutamakan verifikasi dan tanggung jawab dalam kerja jurnalistik. (Foto: Ist)

Batam, Semartara.News — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengingatkan wartawan untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan teknologi dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, wartawan tetap membutuhkan kemampuan melakukan “verifikasi hati dan perasaan” yang menjadi pembeda dengan teknologi AI.

Pesan tersebut disampaikan Munir saat melantik ulang pengurus PWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk melanjutkan masa bakti 2023–2028 di Ballroom Harmoni One, Batam Center, Kamis (17/9/2026).

“Di era AI, wartawan harus punya verifikasi hati dan perasaan, hal yang tidak dimiliki oleh AI, meskipun teknologi bisa menduplikasi banyak hal,” kata Munir dalam amanatnya.

Munir menilai perkembangan AI telah menghadirkan perubahan besar dalam ekosistem informasi dan kerja jurnalistik. Karena itu, wartawan perlu memahami teknologi sekaligus tetap memegang prinsip verifikasi, etika, dan tanggung jawab kepada publik.

“Wartawan jangan termanfaatkan oleh teknologi, tetapi harus menjadi pengguna teknologi informasi yang bijak dan bermanfaat,” ujarnya.

Menjaga DNA Pejuang Wartawan

Selain menyoroti perkembangan AI, Munir mengingatkan wartawan PWI mengenai sejarah dan semangat perjuangan yang menjadi bagian dari kelahiran organisasi tersebut.

Ia menyebut PWI lahir dari para wartawan yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itu, menurut Munir, perlu terus dirawat dalam menghadapi tantangan jurnalistik pada setiap zaman.

“PWI lahir dari tangan para wartawan pejuang yang turut mempertahankan kemerdekaan RI. Keberadaan PWI ini memiliki DNA Pejuang di setiap zaman—mulai dari era pra-kemerdekaan, kemerdekaan, reformasi, hingga era disrupsi informasi saat ini,” tutur Munir.

Pelantikan ulang PWI Kepri menjadi bagian dari konsolidasi organisasi setelah dinamika kepengurusan PWI di tingkat nasional berakhir melalui Kongres Persatuan pada Agustus 2025.

Saibansah Dardani Pimpin PWI Kepri

Dalam pelantikan tersebut, Saibansah Dardani resmi menjabat Ketua PWI Kepri untuk melanjutkan masa bakti 2023–2028.

Saibansah didampingi Alfian Lumban Gaol sebagai Sekretaris dan Nizamul Akhyar sebagai Bendahara, bersama jajaran pengurus harian lainnya.

Turut dilantik Marganas Nainggolan sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Parna E. Simarmata sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri beserta jajaran. Ramon Damora dilantik sebagai Ketua Dewan Pakar bersama anggota.

Prosesi pelantikan dihadiri jajaran PWI Pusat, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Sekretaris Jenderal Marthen Slamet Susanto, Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Zulkifli Ganni Ottoh, serta Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Aat Surya Safaat.

Hadir pula Ketua LAM Batam Kepri Yang Mulia Dato Wira Setia Utama Raja M. Amin, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, serta jajaran Forkopimda Kepri.

PWI Kepri Siapkan Penguatan Kompetensi Wartawan

Usai pelantikan, PWI Kepri menggelar Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan (OKK) pada Kamis (17/9/2026) di Harmoni One, Batam Center.

Kegiatan tersebut memberikan pembekalan mengenai organisasi, kode etik jurnalistik, hukum pers, dan advokasi wartawan.

Selanjutnya, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dijadwalkan berlangsung pada 18–19 September 2026 di Balairungsari BP Batam.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PWI Kepri memperkuat kompetensi dan profesionalisme wartawan di tengah perubahan ekosistem media serta perkembangan teknologi AI. (*)

Tinggalkan Balasan