Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan tindak lanjut setelah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menemukan sejumlah kondisi kesehatan pada anak-anak usia sekolah.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan pemeriksaan tersebut menemukan empat kondisi yang perlu menjadi perhatian, yakni anemia, masalah kesehatan gigi, kecemasan atau stres dalam skala terbatas, serta penurunan ketajaman penglihatan.
“Cek kesehatan gratis kita ditemukan fakta bahwa anak-anak seusia mereka ini ada empat kondisi risiko,” kata Benyamin saat ditemui di SMPN 13 Tangsel, Kamis (17/9/2026).
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Tangsel melakukan gerakan pemberian vitamin tambahan secara serentak di seluruh wilayah Tangsel. Salah satu yang diberikan adalah tablet tambah darah, terutama sebagai bagian dari upaya menangani persoalan anemia yang ditemukan pada pelajar.
Benyamin berharap langkah tersebut tidak berhenti pada pemberian tablet tambah darah dalam kegiatan pemerintah. Menurutnya, para pelajar perlu didorong untuk memiliki kesadaran menjaga kesehatan secara mandiri.
“Tablet tambah darah ini mudah-mudahan setelah ini kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri, minum tablet tambah darah,” ujarnya.
Selain pemberian vitamin tambahan, hasil CKG juga menjadi perhatian karena terdapat anak yang mengalami masalah kesehatan gigi. Pemeriksaan turut menemukan sebagian anak mengalami kecemasan atau stres dalam skala terbatas.
Kondisi lainnya adalah penurunan ketajaman penglihatan. Benyamin menyoroti kebiasaan penggunaan telepon seluler dalam jarak dekat yang menurutnya perlu diperhatikan karena sebagian anak mengalami kesulitan melihat tulisan di papan tulis.
“Kenapa mereka sering main handphone dalam jarak yang dekat. Sehingga waktu melihat tulisan di papan, mereka enggak jelas. Akhirnya terjadi penurunan belajar mereka,” jelasnya.
Dengan adanya temuan tersebut, pemeriksaan kesehatan melalui CKG tidak hanya menjadi sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan anak, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah lanjutan. Pemkot Tangsel mendorong agar upaya menjaga kesehatan pelajar dapat dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui kesadaran anak dalam menjaga kesehatan sehari-hari. (*)







