Tangerang, Semartara.News — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai mencapai wilayah Tangerang, Senin (7/9/2026). Material vulkanik yang menempel di sejumlah ruas jalan membuat kepolisian turun tangan melakukan pembersihan untuk mengurangi dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Polresta Tangerang mengerahkan kendaraan water cannon untuk menyemprot sejumlah ruas jalan yang terdampak. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembersihan berada di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.
Penyemprotan dilakukan dengan mengarahkan air bertekanan tinggi ke permukaan jalan. Cara tersebut digunakan untuk membersihkan abu yang menempel sekaligus mencegah material vulkanik kembali beterbangan akibat hembusan angin maupun pergerakan kendaraan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena abu vulkanik tidak hanya mengganggu jarak pandang dan kebersihan jalan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas warga yang berada di ruang terbuka.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, keberadaan abu vulkanik berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat sehingga perlu dilakukan penanganan di lapangan.
“Abu vulkanik berpotensi mengganggu aktivitas warga, kami meresponsnya dengan langkah preventif,” kata Indra Waspada.
Menurutnya, penggunaan water cannon dipilih karena kendaraan tersebut mampu menghasilkan semburan air dengan tekanan tinggi. Dengan begitu, abu vulkanik yang mengendap di permukaan jalan dapat dibersihkan secara lebih efektif.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik terhadap masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di ruang terbuka,” ujarnya.
Pembersihan jalan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik. Petugas menyesuaikan pelaksanaan penyemprotan dengan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat.
Polresta Tangerang juga mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi ruas yang sedang dibersihkan. Pengendara diminta memperhatikan arahan petugas agar proses penyemprotan tidak mengganggu keselamatan maupun kelancaran lalu lintas.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Pengguna jalan agar berhati-hati apabila melintasi ruas jalan yang sedang dilakukan penyemprotan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” terangnya.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sendiri telah terpantau mencapai sejumlah wilayah di sekitar Tangerang. Pemerintah daerah juga mengambil langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari paparan abu, termasuk mengimbau warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Polresta Tangerang meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap memperhatikan perkembangan kondisi dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta instansi berwenang.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker, terutama apabila terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar. Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan langsung terhadap partikel abu yang terbawa udara.
Pembersihan sejumlah ruas jalan oleh kepolisian menjadi salah satu respons di tengah meluasnya dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemerintah dan aparat terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman. (*)







