Tasikmalaya, Semartara.News — Empat puluh tahun perjalanan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya ditandai dengan semangat dedikasi, inovasi, dan peradaban. Tiga kata kunci tersebut menjadi tema utama Tasyakur Milad ke-40 IAILM Suryalaya yang digelar pada 23 Agustus hingga 6 September 2026.
Mengusung tema “Dari IAILM untuk Umat: 40 Tahun Dedikasi, Inovasi, dan Peradaban,” rangkaian Milad ke-40 dipusatkan di Kampus IAILM Suryalaya. Berbagai kegiatan disiapkan dengan melibatkan civitas akademika, alumni, siswa sekolah mitra, pelaku UMKM, hingga masyarakat.
Peringatan empat dekade IAILM Suryalaya tidak hanya diarahkan sebagai seremoni pertambahan usia lembaga. Milad menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pengabdian, mensyukuri berbagai capaian, sekaligus memperkuat komitmen IAILM dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berlandaskan keilmuan, nilai spiritual, dan kemaslahatan masyarakat.
Ketua Panitia Tasyakur Milad ke-40 IAILM Suryalaya, Dr. Nana Suryana, S.Ag., M.Pd., mengatakan usia 40 tahun merupakan perjalanan panjang yang perlu dimaknai sebagai momentum evaluasi sekaligus peneguhan arah lembaga.
“Empat puluh tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang, pengabdian, perjuangan, capaian, sekaligus tantangan yang harus terus kita jawab. Karena itu, Milad ke-40 ini kami ingin jadikan sebagai momentum untuk bersyukur, berefleksi, dan meneguhkan kembali komitmen IAILM untuk terus memberikan yang terbaik bagi umat,” ujar Nana, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Nana, tema dedikasi, inovasi, dan peradaban merepresentasikan perjalanan IAILM Suryalaya selama empat dekade sekaligus menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan pendidikan Islam ke depan.
Dedikasi menggambarkan konsistensi IAILM dalam memberikan kontribusi melalui pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia. Inovasi mencerminkan kemampuan lembaga untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sementara peradaban menjadi orientasi besar IAILM dalam menghadirkan kebermanfaatan melalui ilmu, nilai, dan karya nyata.
“Pendidikan tinggi Islam tidak cukup hanya melahirkan insan akademik yang memiliki kemampuan intelektual. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk manusia yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Nana menegaskan, IAILM Suryalaya ingin terus mengambil bagian dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu dan karakter.
“IAILM Suryalaya ingin terus hadir sebagai bagian dari ikhtiar membangun manusia yang berilmu sekaligus berkarakter. Ilmu harus melahirkan manfaat, dan pendidikan harus bermuara pada kemaslahatan,” ujarnya.
Rangkaian Milad
Untuk memperingati empat dekade perjalanan lembaga, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang menyentuh bidang akademik, olahraga, seni, ekonomi kreatif, serta sosial kemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Reuni Akbar Alumni yang melibatkan alumni dari berbagai angkatan. Agenda tersebut dilanjutkan dengan Grand Opening dan Turnamen Volley SLTA yang diikuti sekolah-sekolah mitra IAILM.
Kegiatan olahraga lainnya meliputi pertandingan pingpong civitas dan badminton civitas IAILM.
Di bidang seni dan ekonomi kreatif, panitia menghadirkan Parade Band SLTA dan Bazaar UMKM. Selain menjadi bagian dari kemeriahan Milad, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang interaksi antara civitas akademika dan masyarakat sekaligus membantu memperkenalkan produk pelaku UMKM.
Sementara di bidang akademik dan intelektual, rangkaian kegiatan diisi dengan Seminar Internasional, Bedah dan Launching Buku Bunga Rampai 40 Tahun IAILM, serta Bedah Buku Darul Ratu: Suara Hati.
Penguatan kapasitas generasi muda juga menjadi perhatian melalui Seminar Motivasi Entrepreneurship serta kegiatan Santunan bagi peserta didik dan penerima santunan.
Puncak Milad ke-40 akan ditandai dengan Sidang Senat yang menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, untuk menyampaikan orasi ilmiah.
Beragam kegiatan tersebut dirancang dengan melibatkan berbagai unsur. Hal ini menegaskan bahwa Milad ke-40 IAILM Suryalaya tidak hanya menjadi agenda internal institusi, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan dengan alumni, sekolah mitra, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menatap Empat Dekade Berikutnya
Memasuki usia 40 tahun, IAILM Suryalaya dihadapkan pada tantangan pendidikan yang semakin dinamis. Nana mengatakan pengalaman empat dekade harus menjadi modal untuk terus melakukan inovasi dan memperluas manfaat lembaga.
“Empat puluh tahun adalah titik untuk melihat ke belakang sekaligus menatap ke depan. Kita bersyukur atas apa yang telah dicapai, tetapi kita tidak boleh berhenti. Justru setelah 40 tahun, semangat pengabdian harus semakin kuat dan inovasi harus semakin nyata,” tutur Nana.
Ia berharap seluruh rangkaian Milad ke-40 dapat memperkuat kebersamaan keluarga besar IAILM Suryalaya, mempererat hubungan dengan alumni dan masyarakat, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa depan.
“Semoga Milad ke-40 ini bukan hanya meninggalkan kemeriahan kegiatan, tetapi juga meninggalkan gagasan, karya, dan semangat baru. Dari IAILM untuk umat, dari ilmu untuk kemaslahatan, dan dari pengabdian untuk membangun peradaban,” pungkasnya.
Empat dekade perjalanan IAILM Suryalaya akhirnya tidak berhenti pada perayaan usia. Dedikasi menjadi fondasi, inovasi menjadi jalan, dan peradaban menjadi arah pengabdian lembaga dalam melanjutkan kiprahnya di tengah masyarakat. (*)







