Tak Hanya Buka Akses, 22 Jembatan Merah Putih di Kabupaten Tangerang Diharapkan Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Sebanyak 22 Jembatan Merah Putih di Kabupaten Tangerang diharapkan memperlancar akses, ekonomi, dan ketahanan pangan warga.
Jembatan Merah Putih di Kabupaten Tangerang yang dibangun melalui kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta menjadi salah satu upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Pembangunan 22 Jembatan Merah Putih di Kabupaten Tangerang tidak hanya ditujukan untuk membuka akses antarkawasan. Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan pihak swasta itu juga diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat hingga mendukung ketahanan pangan.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri peresmian Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kamis (13/8/2026).

Menurut Maesyal, keberadaan jembatan menjadi bagian penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat. Akses yang semakin mudah dinilai dapat membantu warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sekaligus mempercepat pergerakan ekonomi di tingkat lokal.

“Mudah-mudahan dengan percepatan akses ini akan juga mempercepat urusan-urusan warga, memperlancar roda perekonomian dan juga insyaallah ketahanan pangannya juga semakin meningkat,” ujar Maesyal.

Infrastruktur dan Pergerakan Ekonomi

Maesyal menjelaskan, pembangunan jembatan ditujukan untuk memperbaiki konektivitas masyarakat, baik antardesa, antarkecamatan maupun dengan wilayah kabupaten lainnya.

Konektivitas tersebut dinilai penting karena akses transportasi yang lebih baik dapat memudahkan mobilitas warga dan mendukung kegiatan ekonomi yang berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.

“Jembatan untuk kepentingan masyarakat ini dilaksanakan oleh TNI ada delapan tempat, yang dibangun Polri ada 14. Jadi total jumlahnya adalah 22 yang dibangun di Kabupaten Tangerang, berkolaborasi antara TNI, Polri dengan pemda dan juga pihak pengusaha,” ungkapnya.

Dari total tersebut, sebanyak delapan jembatan dibangun TNI dan 14 lainnya dikerjakan Polri. Pembangunan itu menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Bupati menilai kolaborasi tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah bersama TNI dan Polri dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi untuk kepentingan rakyat, kepentingan masyarakat ini membuktikan bahwa TNI, Polri, pemerintah hadir di tengah masyarakat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” katanya.

Akses Lancar Dukung Ketahanan Pangan

Selain aktivitas ekonomi, Maesyal juga menyoroti potensi pembangunan jembatan dalam mendukung ketahanan pangan. Akses yang lebih mudah diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan pangan.

Dengan konektivitas yang semakin baik, pergerakan masyarakat dan distribusi berbagai kebutuhan diharapkan dapat berlangsung lebih lancar. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pembangunan infrastruktur penghubung dinilai memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar mempermudah perjalanan warga.

Salah satu jembatan yang telah diresmikan adalah Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Pangadegan. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada mengatakan jembatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 502 kepala keluarga atau kurang lebih 2.000 masyarakat.

“Alhamdulillah, di lokasi kita berdiri ini, kurang lebih sebanyak 502 KK dan sekitar 2 ribu masyarakat yang ada di sini bisa menikmati manfaat jembatan yang kita resmikan pada kesempatan siang hari ini,” ujarnya.

Indra menjelaskan, Polri membangun 14 jembatan di Kabupaten Tangerang. Tiga di antaranya berada di Pasar Kemis, Balaraja, dan Mauk dan telah diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan.

Warga Diminta Ikut Menjaga Infrastruktur

Agar manfaat pembangunan dapat berlangsung dalam jangka panjang, Maesyal mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun.

Menurutnya, infrastruktur yang telah tersedia harus dirawat bersama sehingga tetap dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam waktu yang panjang.

“Mari sama-sama kita jaga, kita pelihara agar jembatan ini bisa tahan lama dan manfaatnya bisa berkelanjutan,” imbaunya.

Selain peresmian jembatan, kegiatan tersebut turut diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)

Tinggalkan Balasan