Kota Tangerang, Semartara.News – Pengguna jalan di Kota Tangerang perlu memperhatikan skema rekayasa lalu lintas yang mulai diterapkan menyusul proyek perbaikan di empat ruas jalan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota telah menyiapkan sejumlah pengaturan arus dan jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Empat ruas jalan yang diperbaiki meliputi Jalan M. Toha Karawaci, Jalan Iskandar Muda Neglasari, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, dan Jalan Sitanala. Pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar dua bulan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely, mengatakan masyarakat tetap dapat melintasi kawasan terdampak karena tidak seluruh ruas jalan akan ditutup selama proses perbaikan.
“Jadi tidak ada yang ditutup penuh. Jalan M. Toha dan Jalan Iskandar Muda sudah disediakan jalur alternatifnya. Sedangkan Jalan Marsekal Suryadarma, karena keterbatasan ruang jalan yang tidak memungkinkan adanya pengalihan arus penuh, akan diterapkan contraflow. Sementara untuk Jalan Sitanala tidak diberlakukan rekayasa lalu lintas,” ujar Suhaely, Senin (10/8/2026).
Jalur Alternatif Jalan M. Toha
Pengguna jalan dari arah Periuk, Pasar Kemis dan sekitarnya yang hendak menuju Kota Tangerang melalui Jalan Raya M. Toha Karawaci diimbau memanfaatkan jalur alternatif.
Rute yang disiapkan yakni melalui Jalan Arya Wangsakara dan Jalan Arya Santikan menuju Jalan Otista. Jalur tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pengguna jalan dari arah sebaliknya.
Pemkot Tangerang mengimbau pengendara untuk mempertimbangkan jalur alternatif tersebut guna mengurangi beban lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Hindari Jalan Iskandar Muda
Selain Jalan M. Toha, pengguna jalan juga diminta mengantisipasi kondisi lalu lintas di Jalan Iskandar Muda, khususnya kawasan dekat Kantor Neglasari.
Masyarakat diimbau menghindari ruas tersebut apabila tidak memiliki kepentingan mendesak untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan selama proyek perbaikan berlangsung.
Sementara itu, kondisi di Jalan Marsekal Suryadarma akan diatur menggunakan sistem contraflow. Skema tersebut diterapkan karena keterbatasan ruang jalan membuat pengalihan arus kendaraan secara penuh tidak memungkinkan.
Adapun untuk Jalan Sitanala, Pemkot Tangerang memastikan tidak ada rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama proyek perbaikan.
Dishub Siapkan Petugas di Lapangan
Untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal, Dishub Kota Tangerang telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Metro Tangerang Kota. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk menyiapkan flagman yang dapat membantu petugas mengurai kepadatan apabila terjadi penumpukan kendaraan.
“Kami sudah melakukan koordinasi untuk memastikan skema rekayasa lalu lintas ini bisa berjalan lancar. Di samping itu, kami juga terus memasifkan sosialisasi kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek untuk menyiapkan flagman yang dapat membantu petugas mengurai kepadatan kendaraan apabila kondisi diperlukan,” kata Suhaely.
Ia menambahkan, skema rekayasa lalu lintas akan diberlakukan selama proyek perbaikan berlangsung. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas dan perubahan pengaturan melalui kanal media sosial resmi Pemkot Tangerang.
Pengguna jalan juga diimbau mengikuti arahan petugas dan menyesuaikan rute perjalanan agar mobilitas tetap lancar selama pengerjaan empat ruas jalan tersebut berlangsung. (*)







