Tangerang, Semartara.News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar melalui Program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang. Program yang dibuka Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa, Rabu (22/7/2026), menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Program yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang tersebut memberikan subsidi sekitar 45 persen terhadap sejumlah komoditas, sehingga masyarakat dapat membeli sembako dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
“Kegiatan Warung Tekan Inflasi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok. Harga-harga yang dijual di Warteksi ini kurang lebih telah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sekitar 45 persen sehingga masyarakat dapat membeli sembako dengan harga jauh lebih murah,” kata Bupati Maesyal Rasyid.
Ia mengatakan, Warteksi Gemilang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, program tersebut akan terus dilaksanakan secara berkala sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Kami berkomitmen kegiatan seperti ini akan lebih sering digelar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Melalui Warteksi Gemilang, masyarakat dapat membeli beras premium seharga Rp7.000 per kilogram, gula pasir Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.500 per liter, bawang merah Rp20.000 per kilogram, bawang putih Rp25.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp25.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp30.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp38.000 per kilogram.
Kepala Disperindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan Program Paket Subsidi Warteksi Gemilang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juli 2026, di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa dan Pasar Daon, Desa Daon, Kecamatan Rajeg.
Ia menjelaskan, paket subsidi terdiri atas delapan komoditas kebutuhan pokok. Nilai seluruh komoditas berdasarkan harga pasar mencapai Rp310.200, namun Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan subsidi sebesar Rp139.700 atau sekitar 45 persen. Dengan demikian, masyarakat cukup membayar Rp170.500 untuk memperoleh satu paket lengkap.
“Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujar Resmiyati.
Salah seorang warga Cikupa, Yulianti, mengaku program tersebut sangat membantu karena harga sembako yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan jajarannya yang telah mengadakan program pangan murah seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama ibu-ibu, karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan, kalau bisa setiap bulan,” katanya. (*)







