SMKN 5 Tangsel Awali MPLS dengan Tradisi Sungkeman, Bangun Karakter Sejak Hari Pertama

BPMP Banten memantau pelaksanaan MPLS di SMKN 5 Tangerang Selatan yang diikuti 324 siswa baru guna mewujudkan lingkungan belajar nyaman.
Ratusan peserta didik baru SMKN 5 Tangerang Selatan bersama orang tua mengikuti prosesi sungkeman saat pembukaan MPLS 2026/2027. Tradisi ini dipertahankan sebagai bentuk kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung pendidikan serta pembentukan karakter siswa. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News – SMK Negeri 5 Tangerang Selatan (Tangsel) mengawali pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan tradisi sungkeman antara peserta didik baru dan orang tua. Tradisi yang menjadi ciri khas sekolah tersebut digelar sebagai upaya menanamkan nilai hormat, tanggung jawab, dan pembentukan karakter sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan sekolah, Senin (13/7/2026).

Sebanyak 324 peserta didik baru mengikuti MPLS yang mengusung tema “MPLS Ramah Mewujudkan SMK Hebat yang Aman dan Nyaman”. Kegiatan berlangsung selama lima hari dan mendapat pemantauan langsung dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten guna memastikan pelaksanaannya sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berlangsung aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan.

Kepala SMKN 5 Tangerang Selatan, Rohmani Yusuf, mengatakan pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menerima sembilan rombongan belajar (rombel) dengan total 324 peserta didik baru. Rinciannya meliputi tiga rombel Teknik Pengelasan, dua rombel Desain Komunikasi Visual (DKV), dan empat rombel Farmasi.

Menurut Rohmani, tradisi sungkeman merupakan simbol penyerahan amanah pendidikan dari orang tua kepada pihak sekolah. Melalui tradisi tersebut, sekolah ingin membangun sinergi dengan keluarga dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, dan berprestasi.

“Tradisi sungkeman menjadi momentum awal bagi peserta didik untuk menghormati orang tua dan guru, sekaligus menumbuhkan semangat belajar serta tanggung jawab selama menjalani pendidikan di SMKN 5 Tangerang Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nana Halim, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh sekolah mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari bullying.

Dalam kesempatan tersebut, Nana juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada SMKN 5 Tangsel sebagai bagian dari Program Sekolah Asri. Program itu diharapkan dapat memperkuat budaya hidup bersih sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.

“Harapannya budaya hidup bersih, saling menghormati, dan bebas bullying benar-benar menjadi kebiasaan di sekolah sehingga lahir generasi yang berkarakter dan berprestasi,” kata Nana. (*)

Tinggalkan Balasan