Tangerang, Semartara.News — Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan politik yang berpihak kepada rakyat melalui kerja nyata dan pengawalan langsung terhadap berbagai aspirasi masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Rumah Budaya Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Babakan Bonang, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan tokoh masyarakat dan perwakilan warga dari tujuh RT di RW 31 Dasana Indah tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dengan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Legislator muda yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten tersebut saat ini dipercaya sebagai anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten yang membidangi sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai persoalan yang disampaikan warga dalam forum reses menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti.
Dalam sambutannya, Abraham menegaskan bahwa politik harus hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat, bukan sekadar menjadi aktivitas di ruang-ruang birokrasi dan parlemen.
“Reses adalah momentum bagi kami untuk mendengar langsung suara rakyat. Tugas wakil rakyat bukan hanya membuat kebijakan, tetapi memastikan setiap aspirasi masyarakat mendapatkan perhatian dan diperjuangkan hingga memperoleh solusi,” ujar Abraham.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan strategis, mulai dari keterlambatan pembayaran honor guru honorer Program Sekolah Gratis, kebutuhan pembangunan SMP Negeri di Bojong Nangka, pelatihan keterampilan bagi generasi muda, persoalan data kesejahteraan sosial, hingga kebutuhan sarana Posyandu.
Salah satu aspirasi yang paling mendapat perhatian adalah keluhan guru honorer yang belum menerima honor selama lima bulan. Menyikapi hal tersebut, Abraham langsung melakukan komunikasi dengan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Banten di hadapan peserta reses sebagai bentuk keseriusannya mengawal persoalan tersebut.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari warga karena menunjukkan bahwa forum reses tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga sarana menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Abraham, sektor pendidikan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah yang harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Selain persoalan guru honorer, warga juga mengusulkan pembangunan SMP Negeri di wilayah Bojong Nangka guna menjawab kebutuhan akses pendidikan yang terus meningkat. Menanggapi hal itu, Abraham menjelaskan bahwa proses pembangunan sekolah negeri memerlukan tahapan perencanaan yang matang, termasuk penyediaan lahan dan dukungan anggaran. Meski demikian, aspirasi tersebut akan terus diperjuangkan agar dapat direalisasikan.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Abraham juga menyatakan komitmennya untuk mendorong berbagai program pelatihan dan kursus bagi generasi muda agar memiliki keterampilan yang lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan masa depan.
Pada kesempatan tersebut, warga turut menyampaikan apresiasi atas berbagai program dan bantuan yang selama ini telah dirasakan masyarakat RW 31. Hubungan yang terjalin antara masyarakat dan Abraham dinilai mencerminkan pentingnya komunikasi yang kuat antara rakyat dan wakil rakyat.
Melalui kegiatan reses ini, Abraham Garuda Laksono menegaskan bahwa perjuangan politik PDI Perjuangan harus diwujudkan dalam kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Politik yang kami jalankan adalah politik yang mendengar, bekerja, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi bagian dari agenda perjuangan kami di DPRD Provinsi Banten,” tegas Abraham. (*)







