Didanai APBD, Program Seragam Gratis Tangsel Jadi Pelengkap Bantuan Pendidikan dari Pemerintah Pusat

Program seragam gratis yang didanai APBD Tangsel hadir sebagai pelengkap bantuan pendidikan dari pemerintah pusat melalui BOS.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan informasi kepada awak media mengenai program seragam gratis yang didanai APBD sebagai pelengkap bantuan pendidikan dari pemerintah pusat melalui dana BOS. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan dengan mengalokasikan anggaran bantuan seragam sekolah melalui APBD pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut dirancang sebagai pelengkap bantuan pendidikan yang selama ini telah diberikan pemerintah pusat melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan pemerintah daerah berupaya menghadirkan intervensi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri.

Menurut Pilar, meski dana BOS telah membantu pembiayaan operasional sekolah, masih terdapat sejumlah kebutuhan peserta didik yang memerlukan dukungan tambahan dari pemerintah daerah. Karena itu, Pemkot Tangsel mengoptimalkan peran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebagai instrumen pelengkap layanan pendidikan.

“Tahun ini Tangsel mulai menganggarkan bantuan seragam sekolah melalui Bosda. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melengkapi program pendidikan yang sudah berjalan dari pemerintah pusat,” ujar Pilar, Kamis (4/6/2026).

Melalui program tersebut, siswa kelas 1 SD, kelas 4 SD, dan kelas 7 SMP negeri akan menerima bantuan berupa seragam batik dan pakaian olahraga. Pemilihan jenjang penerima dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pergantian seragam yang umumnya terjadi pada fase pertumbuhan anak dan saat memasuki jenjang pendidikan baru.

Pilar menjelaskan, kehadiran Bosda selama ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan. Selain mendukung kegiatan sekolah, anggaran tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang secara langsung dirasakan siswa maupun orang tua.

“Untuk seragam batik dan olahraga kami siapkan gratis melalui APBD. Harapannya bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata sekaligus membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak,” katanya.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang semakin inklusif dan terjangkau. Jika BOS berfokus pada operasional sekolah, maka Bosda dapat digunakan untuk mengisi kebutuhan lain yang menjadi perhatian masyarakat.

Program bantuan seragam juga merupakan respons atas berbagai masukan warga yang kerap mengeluhkan biaya perlengkapan sekolah saat tahun ajaran baru dimulai. Meski tidak mencakup seluruh jenis seragam dan perlengkapan sekolah, kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah awal yang dapat memberikan dampak langsung bagi keluarga peserta didik.

Ke depan, Pemkot Tangsel berkomitmen terus mengevaluasi dan mengembangkan program bantuan pendidikan sesuai kemampuan fiskal daerah. Dengan dukungan APBD yang berkelanjutan, pemerintah berharap semakin banyak kebutuhan siswa yang dapat difasilitasi sehingga akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau dapat dirasakan seluruh masyarakat.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintah bisa hadir dan memberikan solusi nyata. Kami ingin memastikan anak-anak dapat bersekolah dengan baik, sementara orang tua juga merasa terbantu,” pungkas Pilar. (*)

Tinggalkan Balasan