Kota Tagsel, Semartara.News – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mematangkan berbagai strategi penguatan ekonomi lokal melalui rapat pleno penetapan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Galeri Koperasi dan UKM, Serpong, Rabu (3/6/2026).
Mengusung tema Pemerataan Akses Keuangan Berbasis Wilayah untuk Penguatan Ekonomi Lokal, rapat tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program pemerintah daerah, sektor perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan bahwa penguatan ekonomi daerah harus didukung oleh sistem keuangan yang inklusif. Menurutnya, akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan formal menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat serta menciptakan pemerataan kesejahteraan.
“Tujuan kita adalah memastikan seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan dan pembiayaan. Dengan begitu, manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan lebih luas,” ujar Pilar.
Dalam rapat pleno tersebut, sejumlah program prioritas dibahas, mulai dari peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM, penguatan literasi keuangan masyarakat, pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas, hingga peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia asal Tangerang Selatan.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah memperluas jangkauan pembiayaan formal bagi pelaku UMKM. Pemerintah daerah menilai sektor UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus penyerap tenaga kerja yang signifikan.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan, terutama terkait pemenuhan persyaratan administratif seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas usaha, dan kepatuhan pelaporan perpajakan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, TPAKD akan memperkuat program pendampingan dan edukasi kepada pelaku usaha agar lebih siap memenuhi persyaratan lembaga keuangan formal.
Selain itu, rapat pleno juga membahas langkah-langkah pencegahan terhadap praktik pinjaman online ilegal dan rentenir yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan sektor jasa keuangan, masyarakat akan diarahkan untuk memanfaatkan berbagai skema pembiayaan resmi yang lebih aman dan terjangkau.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, menyampaikan bahwa capaian program TPAKD selama tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang positif. Berbagai kegiatan edukasi keuangan dan peningkatan kapasitas UMKM berhasil mencapai target yang telah ditetapkan.
Menurut Bambang, keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting dalam penyusunan program kerja tahun 2026 yang lebih terarah dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Atas berbagai program yang telah dijalankan, Kota Tangerang Selatan juga memperoleh nominasi penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program yang dijalankan,” ujarnya.
Melalui rapat pleno ini, Pemkot Tangsel berharap seluruh program yang telah dirancang dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan akses keuangan yang semakin luas, ekonomi lokal diharapkan tumbuh lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)







