Seleksi Akhir PBFI Tangsel untuk Porprov 2026 Rampung, Bidik Juara Umum Cabang Binaraga

PBFI Tangsel gelar seleksi final atlet jelang Porprov Banten 2026, targetkan hingga enam medali emas dan juara umum binaraga.
Atlet dan jajaran pelatih PBFI Kota Tangsel berfoto bersama usai seleksi final sebagai persiapan menuju Porprov Banten 2026. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News – Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar seleksi akhir atlet dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Tahap seleksi ini menjadi langkah terakhir setelah para atlet menjalani latihan intensif selama beberapa waktu terakhir.

Firman, Ketua PBFI Tangsel, menyampaikan bahwa hasil dari seleksi ini akan menentukan atlet terbaik, terutama mereka yang mampu menempati posisi enam besar di tiap kategori, sebagai prioritas untuk memperkuat tim kontingen di ajang tersebut.

“Hari ini adalah seleksi terakhir. Atlet yang masuk enam besar akan kami prioritaskan untuk tampil di Porprov 2026,” katanya di Gedung KONI Tangsel, Selasa (21/4/2026).

Seleksi yang dilakukan dalam satu hari ini diikuti sekitar 10 hingga 12 atlet dari berbagai kelas dan berasal dari berbagai klub, baik dari dalam maupun luar kota.

Target utama dari PBFI Tangsel adalah meraih hasil maksimal, dengan minimal empat medali emas, dan berharap dapat meningkat hingga enam emas untuk memastikan gelar juara umum cabang binaraga.

“Target minimal empat emas, semoga bisa sampai enam. Tentu kami mengincar juara umum,” tambahnya.

Dengan waktu sekitar enam bulan menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan pada November 2026, PBFI Tangsel masih memiliki peluang untuk mempersiapkan segala aspek secara optimal.

Pelatih tim, Toni, menegaskan pentingnya tidak hanya latihan fisik tetapi juga pola makan dan asupan gizi yang terjaga, guna meningkatkan performa atlet.

“Latihan akan terus kami tingkatkan, namun pola makan dan nutrisi juga sangat penting. Atlet harus tahu bagian mana yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tidak lepas dari konsistensi dalam latihan. Dengan kondisi saat ini, pihaknya sangat optimistis peluang untuk meraih juara umum terbuka lebar.

“Kami sangat percaya diri. Semuanya harus bekerja keras, baik atlet, pelatih, maupun pendukung lain,” katanya.

Di sisi lain, atlet binaraga Tangsel, Iwan Setiawan, melihat Porprov sebagai ajang pemanasan menjelang PON. Ia yang akan bertanding di kelas 70 kilogram akan mengikuti dua kategori, yakni binaraga dan body fitness.

Pengalamannya sejak PON 2010 membuat Iwan menyadari bahwa persiapan selama 4–5 bulan sangat penting. Meski belum pernah meraih emas di PON, ia beberapa kali berhasil masuk final dan menargetkan hasil terbaik di kompetisi ini.

“Porprov ini sebagai pemanasan. Target utama di PON nanti harus emas,” ungkapnya.

Ia yakin Tangsel bisa meraih gelar juara umum dengan perolehan sekitar 4 hingga 8 medali emas, meskipun mengakui bahwa beberapa kategori atlet masih kurang lengkap.

Iwan menegaskan bahwa keberhasilan binaraga tidak hanya bergantung pada latihan keras, tetapi juga pada pola makan yang ketat. Ia bahkan mengkonsumsi hingga dua kilogram dada ayam per hari tanpa garam dan gula selama masa diet.

Dari segi fasilitas, ia menilai peralatan gym sudah memadai, namun dukungan nutrisi dan suplemen masih perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi atlet, mengingat minat anak muda terhadap fitness pascapandemi semakin meningkat.

“Minat sudah naik, event-event juga ramai. Yang perlu dilakukan sekarang adalah pembinaan yang lebih maksimal,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan