Kota Tangsel, Semartara.News – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, efektif mulai 1 April 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi global yang belum stabil.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat tersebut, dengan tetap memastikan pelayanan publik berjalan secara optimal.
“Ini adalah instruksi dari pusat, dan kami akan mengikuti. Yang utama adalah, pelayanan penting kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” kata Pilar saat ditemui di Puspemkot Tangsel pada Selasa (6/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa penerapan WFH ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi BBM, terutama dari aktivitas mobilitas harian ASN. Dengan berkurangnya perjalanan dinas ke kantor, penggunaan bahan bakar diharapkan dapat ditekan secara signifikan, meskipun angka pasti belum dihitung secara rinci.
“Kalau dihitung secara sederhana, satu hari WFH bisa membantu mengurangi biaya bensin. Ini merupakan bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan energi nasional,” ujarnya.
Namun, Pilar menegaskan bahwa tidak seluruh layanan dapat dilakukan secara jarak jauh. Layanan yang bersifat langsung dan mendesak, seperti administrasi kependudukan dan layanan kesehatan, tetap akan berjalan normal di kantor.
“Pelayanan penting seperti pembuatan KTP atau layanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Sedangkan pekerjaan back office bisa dilakukan dari rumah,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa ASN yang menjalankan WFH tetap harus menjalankan tugas dari rumah dan tidak diperkenankan melakukan perjalanan ke luar kota. Pengawasan akan dilakukan oleh masing-masing perangkat daerah.
“WFH itu tetap bekerja, hanya lokasinya di rumah. Jadi, tidak boleh disalahgunakan untuk bepergian. Jika dilanggar, tentu ada sanksi administratif,” tegas Pilar.
Kebijakan WFH ini akan diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan, dan akan terus dipantau serta dievaluasi oleh pemerintah daerah.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga terus mendorong penggunaan transportasi umum sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan konsumsi BBM.
Menurut Pilar, pengembangan transportasi publik seperti bus sekolah telah menunjukkan dampak positif dalam menurunkan jumlah kendaraan di jalan dan menjadi investasi jangka panjang untuk efisiensi energi serta mobilitas kota. (*)







