Jakarta, Semartara.News – Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadimusumo, tegaskan peran anak muda atau kaum milenial penting demi perubahan di daerahnya.
Hal ini disampaikan dalam acara deklarasi dukungan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) kepada Muhamad-Saraswati di Tangsel beberapa waktu lalu.
Dalam sambutanya Ketua Umum SKAB, Doddy Prasetya Azhari menyatakan SKAB sudah 11 tahun berdiri di Tangsel.
“SKAB sudah 11 tahun berdiri di Tangsel, SKAB bukan ormas tapi organisasi kepemudaan kami berjuang untuk memperoleh pendidikan, kesehatan yang layak dan kebudayaan yang beradab bagi warga Tangsel,” kata Doddy.
Dalam presentasinya, Cawawali nomor urut 1 tersebut mengaku geregetan, gemas dan prihatin kalau ada anak-anak muda yang apatis terhadap politik, padahal mereka berperan penting terhadap daerahnya.
“Saya gereget, gemas, prihatin kalau lihat apatisme anak muda di Indonesia. Kalau lihat politik, mereka jaga jarak. Padahal anak-anak muda berperan sangat penting dan harus berjuang demi perubahan di daerahnya,” kata keponakan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.
Rahayu Saraswati mencontohkan eyangnya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong 1946 termasuk pemuda-pemuda yang mendesak Bung Karno dan membawanya ke Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Eyang saya, Soebianto Djojohadikusumo yang gugur di Lengkong termasuk pemuda-pemuda yang mendesak Bung Karno untuk segera menyatakan kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun 1998 pemuda-pemuda pula yang bergerak, kalau sekarang ada ketidakadilan, kesenjangan sosial menjadi tanggung jawab pemuda pula untuk melakukan perubahan,” lanjut Rahayu Saraswati yang berpasangan dengan H Muhamad.
“Kekuatan pemuda pada keberaniannya, berani tidak tidur, berani berkorban, dan ini saatnya pula saya menyambut dengan tangan terbuka marilah kita gotong royong melakukan perubahan,” sambung Rahayu Saraswati.
Terkait eskalasi politik lokal di Tangsel dalam Pilkada seperti perobekan spanduk paslon Muhamad-Saraswati dan adanya berita-berita hoaks, Rahayu Saraswati meminta pendukungnya tidak membalas dengan tindakan serupa.
“Kita harus fokus membawa suara perubahan, yang lalu-lalu kita katakan cukup, sudah cukup, abaikan serangan-serangan tidak penting, itu hanya ingin mengganggu perjuangan kita, tugas kita membakar semangat perubahan bukan menggoreng isu, hoaks jangan dibalas dengan hoaks, kita fokus tawarkan visi misi program kita untuk kemenangan rakyat Tangsel” pungkas Rahayu Saraswati. (Agung).
Rahayu Saraswati Sebut Peran Kaum Milenial Penting untuk Perubahan
