Pelebaran Jalan Benda Raya Tangsel Dimulai, Tahap Awal Garap Ruas Sepanjang 200 Meter

Pelebaran Jalan Benda Raya Tangsel dimulai sepanjang 200 meter dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Tampak pengerjaan proyek pelebaran Jalan Benda Raya di Kota Tangerang Selatan pada tahap awal sepanjang 200 meter. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026, sementara pelebaran hingga depan gedung Puspemkot Tangsel direncanakan berlanjut secara bertahap sesuai penyelesaian pembebasan lahan. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai merealisasikan pelebaran Jalan Benda Raya melalui pengerjaan tahap awal sepanjang 200 meter. Proyek yang berada di ruas setelah Bundaran Maruga menuju Pusat Pemerintahan (Puspemkot) Tangsel ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Pengerjaan tersebut menjadi tahap awal dari rencana penataan Jalan Benda Raya yang akan dilanjutkan secara bertahap. Pada ruas yang sedang dikerjakan, pemerintah menargetkan peningkatan lebar jalan dari semula sekitar 8 meter menjadi 22 meter.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, Ahmad Fatulloh, mengatakan proyek pelebaran tersebut memiliki durasi pelaksanaan selama 150 hari kalender.

“Waktu pelaksanaannya 150 hari kalender, sampai akhir Desember,” ujar Fatul, Senin (12/10/2026).

Dengan durasi tersebut, pengerjaan tahap awal diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Pelebaran ini mencakup penambahan lebar sekitar 14 meter dari kondisi jalan sebelumnya.

Jalan Dirancang Memiliki Empat Lajur

Setelah pelebaran selesai, Jalan Benda Raya direncanakan dapat menampung empat lajur kendaraan. Dua lajur akan digunakan untuk arus menuju Bundaran Maruga, sedangkan dua lajur lainnya mengarah ke Pamulang.

Selain memperluas badan jalan, Pemkot Tangsel juga merencanakan pembangunan pedestrian untuk menyediakan fasilitas bagi pejalan kaki. Dengan demikian, penataan ruas tersebut tidak hanya mencakup ruang kendaraan, tetapi juga kebutuhan pengguna jalan yang berjalan kaki.

Fatul menjelaskan, pelebaran diperlukan karena akses menuju Puspemkot Tangsel saat ini masih bertumpu pada satu jalur utama.

“Ya, untuk memperlancar arus lalu lintas, karena sekarang itu akses menuju Puspem kan cuma ada satu jalur,” jelasnya.

Meski demikian, pengerjaan yang sedang berlangsung baru mencakup ruas sepanjang 200 meter. Pelebaran hingga mencapai area tepat di depan gedung Puspemkot masih direncanakan untuk dilaksanakan secara bertahap.

Perluasan Berikutnya Menunggu Pembebasan Lahan

Kelanjutan proyek pelebaran Jalan Benda Raya bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan di sepanjang jalur yang akan diperlebar. Dari total 48 bidang tanah yang masuk dalam rencana pembebasan, sebanyak 20 bidang telah dibebaskan, sementara 28 bidang lainnya masih dalam proses.

Bidang-bidang tanah tersebut tersebar di sisi kanan maupun kiri jalan. Pemkot Tangsel menargetkan pembebasan lahan yang tersisa dapat diselesaikan pada 2027, dengan pelaksanaan menyesuaikan ketersediaan anggaran.

Salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan khusus berada di area gedung sekolah. Pembebasan lahan di titik tersebut baru dapat dilakukan setelah tersedia bangunan sekolah pengganti.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tahapan pengembangan Jalan Benda Raya hingga mencapai kawasan Puspemkot Tangsel. Karena itu, penyelesaian ruas awal sepanjang 200 meter menjadi bagian dari proses penataan jalan yang direncanakan berlanjut pada tahap berikutnya.

Pemkot Tangsel berharap pelebaran secara bertahap dapat meningkatkan kapasitas Jalan Benda Raya. Adapun realisasi perluasan hingga depan gedung Puspemkot akan mengikuti perkembangan pembebasan lahan dan ketersediaan anggaran. (*)

Tinggalkan Balasan