Kota Tangsel, Semartara.News — Lima ruas jalan utama di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sempat mengalami pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) akibat pencurian boks panel. Dalam satu kejadian, hilangnya lima panel sekaligus menyebabkan lampu jalan di sejumlah kawasan padam secara bersamaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan aksi pencurian panel PJU masih marak terjadi sepanjang 2026. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu layanan penerangan jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
“Seperti kemarin, sepanjang Ciater mati semua, sepanjang Puspem mati semua, Aria Putra juga mati. Ada lima ruas jalan yang terdampak karena lima panel hilang,” ujar Ayep saat ditemui di Serpong, Rabu (24/6/2026).
Menurut Ayep, pelaku tidak hanya mencuri boks panel, tetapi juga mengambil berbagai komponen penting di dalamnya, seperti KWh meter, sensor photocell, dan Miniature Circuit Breaker (MCB).
Dishub mencatat sekitar 30 boks panel PJU hilang akibat pencurian sepanjang tahun ini. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp50 juta.
“Dalam setahun ini sudah sekitar 30 boks panel yang hilang. Kerugiannya kurang lebih Rp50 juta,” katanya.
Berbagai langkah pencegahan telah dilakukan untuk mengurangi risiko pencurian. Dishub bahkan memberi tanda khusus pada material panel dengan cara menggores dan mengecatnya menggunakan cat semprot agar tidak mudah diperjualbelikan kembali.
Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan aksi para pelaku.
“Kita sudah baret-baretin, kita pilok juga supaya tidak bisa dijual. Tapi tetap saja dicuri,” ungkap Ayep.
Ia menyebut wilayah Ciputat Timur, Pamulang, dan Ciputat menjadi kawasan yang paling sering menjadi sasaran pencurian panel PJU. Selain panel, pelaku kini juga menyasar kabel listrik bawah tanah yang terpasang di median jalan.
Kasus terbaru terjadi di Jalan Raya Serpong arah Granada-Nusaloka. Dalam kejadian tersebut, satu jalur kabel tanam dilaporkan hilang.
“Kabel yang ditanam di median jalan juga hilang. Kemarin arah Granada-Nusaloka satu jalur hilang,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dishub Tangsel tengah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan tambahan. Salah satunya dengan meningkatkan spesifikasi boks panel PJU, mulai dari penggunaan material yang lebih tebal hingga sistem penguncian yang lebih aman.
“Nanti platnya kita tebelin. Kuncinya juga akan kita ganti dengan model yang lebih aman. Kita terus berusaha agar tidak mudah dicuri,” kata Ayep.
Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan juga tengah dipertimbangkan. Namun, pemasangannya akan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah panel PJU di Tangsel mencapai ribuan titik.
“Kalau CCTV untuk meminimalisir tentu kita upayakan. Tapi titik panel jumlahnya ribuan, tidak mungkin dipasang semua. Rencananya di jalan-jalan utama yang rawan terlebih dahulu,” ujarnya.
Di tengah maraknya aksi pencurian tersebut, Dishub memastikan program pembangunan dan peningkatan layanan PJU tetap berjalan. Tahun ini, Dishub Tangsel menargetkan pembangunan sekitar 2.200 titik PJU baru sehingga total jaringan PJU yang dikelola mencapai sekitar 70 ribu titik.
Ia menambahkan, efisiensi pembayaran listrik PJU juga terus dilakukan. Jika sebelumnya anggaran pembayaran listrik PJU mencapai sekitar Rp50 miliar per tahun, kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp45 miliar.
“Penghematan itu kemudian digunakan kembali untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)







