Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Parahu 2 Ikut Buka Lapangan Kerja bagi Warga Desa

SPPG Parahu 2 membuka lapangan kerja bagi 43 warga lokal. Program MBG turut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau SPPG Parahu 2 yang tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui program MBG, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi 43 warga lokal. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi di tingkat lokal. Hal tersebut terlihat dari keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2 di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

SPPG yang dikelola Ibu Laras tersebut mempekerjakan sebanyak 43 warga lokal. Kehadiran SPPG pun membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.

Dampak tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SPPG Parahu 2, Selasa (6/10/2026).

Menurut Maesyal, keberadaan SPPG tidak hanya memiliki peran dalam mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perputaran ekonomi masyarakat di tingkat desa.

43 Warga Lokal Mendapat Kesempatan Kerja

Maesyal mengatakan, keterlibatan warga lokal dalam operasional SPPG memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja sekaligus memperoleh penghasilan dari kegiatan operasional penyediaan makanan MBG.

“Dengan hadirnya SPPG ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan bekerja. Ini menjadi roda perekonomian di tingkat desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang terjamin,” ujar Maesyal.

Menurutnya, kesempatan kerja yang muncul dari operasional SPPG menjadi salah satu dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

Tidak hanya membuka pekerjaan, aktivitas SPPG juga melibatkan berbagai kebutuhan operasional yang mendukung keberlangsungan kegiatan penyediaan makanan. Dengan demikian, keberadaan SPPG berpotensi menciptakan perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.

Relawan SPPG: Penghasilan Membantu Keluarga

Manfaat tersebut juga dirasakan langsung oleh pekerja yang terlibat dalam operasional SPPG Parahu 2.

Salah seorang relawan SPPG Parahu, Indah Fitriani, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG. Menurutnya, pekerjaan yang diperoleh dari SPPG memberikan tambahan penghasilan yang cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Alhamdulillah, saya bisa bekerja di SPPG ini. Penghasilannya cukup lumayan dan sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Saya sangat bersyukur Bapak Presiden mempunyai program MBG ini, karena kami masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap,” ungkap Indah.

Bagi Indah, kesempatan bekerja di SPPG bukan hanya memberikan aktivitas pekerjaan, tetapi juga membantu dirinya memiliki penghasilan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program MBG memiliki dampak yang lebih luas di luar aspek pemenuhan makanan bergizi. Di tingkat masyarakat, operasional SPPG turut menghadirkan peluang ekonomi bagi warga yang terlibat di dalamnya.

Kabupaten Tangerang Miliki 316 SPPG Tersertifikasi

Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja tersebut tidak hanya terjadi di SPPG Parahu 2. Secara keseluruhan, Kabupaten Tangerang saat ini telah memiliki sekitar 316 unit SPPG yang telah tersertifikasi.

Dengan rata-rata penyerapan sekitar 40 tenaga kerja pada setiap unit, keberadaan SPPG di Kabupaten Tangerang diperkirakan telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 12.000 tenaga kerja lokal.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan SPPG memiliki potensi besar dalam memberikan dampak ekonomi di berbagai wilayah.

Di sisi lain, keberadaan SPPG tetap memiliki tugas utama memastikan program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan asupan bergizi kepada penerima manfaat. Karena itu, aspek pemenuhan gizi dan penciptaan kesempatan kerja diharapkan dapat berjalan beriringan.

Maesyal berharap keberadaan SPPG di Kabupaten Tangerang dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui pemenuhan kebutuhan gizi maupun kesempatan kerja yang tercipta dari kegiatan operasionalnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan