8 Orang Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan, Pemprov Banten Terus Dampingi Keluarga

Delapan orang hilang di Selat Sunda belum ditemukan, Pemprov Banten memastikan pendampingan terhadap keluarga tetap berjalan.
Gubernur Banten Andra Soni merangkul salah satu keluarga korban saat memberikan dukungan dalam menghadapi penantian atas keberadaan delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda. (Foto: Ist)

Pandeglang, Semartara.News – Delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda hingga kini belum ditemukan. Di tengah berakhirnya operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan pendampingan terhadap keluarga korban tetap dilakukan.

Delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata. Mereka sebelumnya berada dalam satu kapal yang bertolak dari kawasan Carita menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan agenda peliputan.

Kontak dengan rombongan tersebut dilaporkan hilang sejak Senin (7/9/2026). Sejak saat itu, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda dengan melibatkan berbagai unsur.

Operasi pencarian berlangsung selama 10 hari, termasuk tambahan waktu tiga hari setelah dilakukan perpanjangan. Namun, hingga operasi resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026), tim belum menemukan tanda-tanda yang memastikan keberadaan kapal maupun delapan orang tersebut.

Selama proses pencarian, tim SAR juga menemukan sejumlah objek di laut yang sempat diperiksa karena diduga berkaitan dengan rombongan yang hilang. Namun, hasil pemeriksaan terhadap sejumlah temuan tersebut tidak menunjukkan keterkaitan dengan kapal yang dicari.

Berakhirnya operasi SAR gabungan tidak membuat Pemprov Banten menghentikan pendampingan kepada keluarga. Gubernur Banten Andra Soni memastikan pemerintah daerah akan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Kami akan terus mendampingi keluarga korban dan menjaga komunikasi,” ujar Andra Soni.

Menurut Andra, informasi sekecil apa pun yang diperoleh dari Tim SAR maupun pihak terkait akan disampaikan kepada keluarga. Langkah tersebut dilakukan agar keluarga tetap mendapatkan perkembangan terbaru terkait kondisi dan proses pemantauan di lapangan.

“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” katanya.

Pemprov Banten juga memastikan koordinasi dengan berbagai pihak tetap berjalan. Pemantauan di perairan Selat Sunda akan dilakukan sembari menunggu adanya informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan delapan orang tersebut.

Bagi keluarga, kepastian mengenai keberadaan orang-orang yang mereka tunggu masih menjadi hal utama. Karena itu, Pemprov Banten menyatakan komitmennya untuk tetap hadir memberikan pendampingan dan meneruskan setiap perkembangan informasi yang diperoleh.

Hingga kini, keberadaan lima jurnalis, dua ABK, dan seorang pemandu wisata tersebut masih belum diketahui. Pemprov Banten berharap koordinasi dan pemantauan yang terus dilakukan dapat memberikan perkembangan baru bagi keluarga yang masih menanti kabar. (*)

Tinggalkan Balasan