Maesyal Rasyid Dorong Guru Madrasah Tingkatkan Kualifikasi Lewat Beasiswa Kuliah Gratis

Maesyal Rasyid mendorong guru madrasah meningkatkan kualifikasi melalui program beasiswa kuliah gratis di Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesal Rasyid menyampaikan sambutan saat peluncuran Program Beasiswa Madrasah Gemilang di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Selasa (8/9/2026). Dalam sambutannya, Maesal mendorong guru madrasah meningkatkan kualifikasi dan kompetensi melalui kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News – Bupati Tangerang Moch. Maesal Rasyid mendorong para guru madrasah untuk terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya melalui pendidikan tinggi. Dorongan tersebut diwujudkan melalui Program Beasiswa Madrasah Gemilang yang memberikan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan kuliah secara gratis.

Program tersebut resmi diluncurkan di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2026). Pada tahap awal, sebanyak 40 guru madrasah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa tersebut.

Maesal mengatakan, peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggulan di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas generasi yang akan datang sehingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik perlu terus didorong.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan Ibu Menteri Agama dalam rangka meluncurkan beasiswa untuk guru-guru madrasah di Kabupaten Tangerang,” ujar Maesal.

Ia menjelaskan, Beasiswa Madrasah Gemilang tidak hanya ditujukan bagi guru madrasah, tetapi juga mencakup guru Pendidikan Agama Islam dan guru Raudhatul Athfal (RA).

Melalui kesempatan kuliah gratis tersebut, para guru diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

“Inovasinya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah, guru agama Islam, dan guru RA melalui kuliah gratis, sehingga insyaallah anak-anak kita akan semakin cerdas dan menjadi SDM unggulan,” katanya.

Prioritaskan Guru Belum S1

Maesal mengungkapkan, penerima Beasiswa Madrasah Gemilang pada tahap awal diprioritaskan bagi guru yang belum memiliki gelar sarjana strata satu (S1). Program tersebut juga menyasar guru yang sudah menyelesaikan pendidikan S1 tetapi bidang studinya belum linier dengan tugas yang dijalankan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu guru memenuhi kualifikasi akademik yang dibutuhkan sekaligus memberikan ruang untuk meningkatkan profesionalitas dalam mengajar.

“Secara teknis, beasiswa ini diberikan kepada 40 guru madrasah yang belum memiliki gelar S1, atau yang jenjang S1-nya belum linier,” jelas Maesal.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya berhenti pada 40 penerima. Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana menambah kuota beasiswa pada tahun-tahun berikutnya sehingga kesempatan peningkatan kualifikasi dapat menjangkau lebih banyak guru.

“Insyaallah, pada tahun-tahun berikutnya kuota penerima beasiswa ini juga akan terus kita tambahkan,” imbuhnya.

Kuliah Gratis Jadi Jalan Tingkatkan Kompetensi

Menurut Maesal, pemberian kesempatan kuliah gratis bagi guru merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru yang memiliki kualifikasi dan kompetensi lebih baik diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang semakin berkualitas kepada peserta didik.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan pendidikan di Kabupaten Tangerang.

Peluncuran program turut dihadiri Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Hj. Helmi Halimatul Udhmah, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, jajaran pejabat struktural Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, pengurus DWP Kemenag Kabupaten Tangerang, tokoh agama, kepala madrasah, serta para guru penerima beasiswa.

Hj. Helmi Halimatul Udhmah yang hadir mewakili Menteri Agama Republik Indonesia turut berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebagai investasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya sampaikan tiga pesan. Pertama, jadikan beasiswa ini investasi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, kelola beasiswa ini secara transparan dan akuntabel. Ketiga, para suami harus mendukung istri yang kuliah untuk menjaga ketahanan keluarga, karena dari sanalah kualitas bangsa ditentukan,” tegasnya.

Buka Harapan Baru bagi Guru

Program tersebut juga membuka harapan baru bagi guru yang selama ini belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Salah satunya Neneng Rostiani, guru MIS Nurul Ibad, Desa Talagasari. Ia menjadi salah satu dari 40 penerima Beasiswa Madrasah Gemilang dan akan melanjutkan pendidikan untuk pertama kalinya di perguruan tinggi.

Neneng memilih jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshuruddin Pandeglang, Banten. Ia dijadwalkan mengikuti masa orientasi mahasiswa pada 26 September mendatang.

“Perasaan saya bahagia, bersyukur, dan tidak menyangka bisa mendapat beasiswa. Semoga langkah ini membawa berkah dan manfaat nyata,” ungkap Neneng.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta didik yang didampinginya.

“Semoga pemerintahan Kabupaten Tangerang semakin maju, jaya, gemilang dan bisa terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tangerang,” harapnya.

Melalui Beasiswa Madrasah Gemilang, Maesal berharap semakin banyak guru madrasah memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan. Program tersebut juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga pendidik yang profesional dan mampu mendukung lahirnya SDM unggulan di Kabupaten Tangerang. (*)

Tinggalkan Balasan