Jemput Bola ke Labuan, Program CKG Permudah Warga Akses Pemeriksaan Kesehatan

Program CKG jemput bola hadir di Labuan, memudahkan warga mengakses pemeriksaan kesehatan gratis secara dekat dan praktis.
Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Labuan, Pandeglang, yang digelar dengan sistem pelayanan langsung di tengah masyarakat. Layanan tersebut membantu warga mengakses pemeriksaan kesehatan, mulai dari pemeriksaan fisik hingga gula darah dan rontgen. (Foto: Ist)

Pandeglang, Semartara.News — Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara jemput bola di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (9/8/2026). Layanan tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksakan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh menuju fasilitas kesehatan.

Pelaksanaan CKG dipusatkan di Lapangan Pantai Ceria, Kecamatan Labuan, setelah sebelumnya masyarakat mengikuti kegiatan jalan sehat dari MTsN 2 Pandeglang. Lebih dari 1.200 warga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran layanan kesehatan di tengah masyarakat mendapat sambutan antusias. Warga dapat langsung memanfaatkan sejumlah layanan pemeriksaan yang disediakan dalam 15 stan tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan yang lokasinya lebih jauh dari tempat tinggal mereka.

Pemeriksaan yang tersedia meliputi pengukuran fisik dan status gizi, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga rontgen. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Gubernur Banten Andra Soni yang hadir bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan masyarakat tidak perlu takut mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui Program CKG.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan bukan hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan, tetapi juga penting sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini.

“Memeriksa kesehatan itu dilakukan agar kita bisa mendeteksi penyakit lebih dini, mencegah komplikasi serius, serta mengantisipasi risiko gangguan kesehatan sejak awal sebelum menimbulkan gejala,” kata Andra Soni.

Ia juga mendorong masyarakat membangun kesadaran kesehatan mulai dari keluarga. Menurutnya, anggota keluarga dapat saling mengingatkan dan mengajak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Jadi ibu-ibu harus bisa mengajak bapak-bapaknya untuk ikut bersama-sama melakukan pengecekan kesehatan. Ini penting karena kalau sudah terdeteksi, kita bisa mengambil langkah penyembuhannya. Insya Allah di seluruh RSUD di Banten sekarang ini sudah gratis,” jelasnya.

Manfaat pendekatan jemput bola tersebut dirasakan langsung oleh warga Labuan. Salah satunya Annisa (37), yang mengikuti pemeriksaan rontgen dalam kegiatan CKG.

Ia menilai layanan kesehatan yang hadir lebih dekat dengan masyarakat sangat membantu, khususnya bagi warga lanjut usia yang harus mempertimbangkan jarak ketika hendak mengakses pelayanan kesehatan.

“Terutama bagi lansia. Karena kalau harus ke Puskesmas itu jaraknya lumayan jauh,” kata Annisa.

Menurutnya, kehadiran CKG di lingkungan masyarakat membuat pemeriksaan kesehatan menjadi lebih mudah dilakukan. Ia bahkan dapat mengajak suami dan anaknya untuk bersama-sama mengikuti pemeriksaan.

“Iya, kata Pak Gubernur tadi benar, kita nggak boleh takut melakukan pemeriksaan kesehatan, karena ini baik untuk ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Andra Soni menyampaikan bahwa pelaksanaan Program CKG di Provinsi Banten telah menjangkau sekitar 5,1 juta warga dari target 5,9 juta orang.

Capaian tersebut menempatkan Banten dalam tiga besar secara nasional dalam pelaksanaan Program CKG. Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong agar layanan pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai kegiatan di daerah.

Melalui pola pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, Program CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan akses terhadap pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mendorong kesadaran warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. (*)

Tinggalkan Balasan