Bupati Maesyal Rasyid Dorong Pengembangan Kampung Budaya Kemuning Jadi Ikon Budaya Tangerang

Bupati Maesyal Rasyid dorong Kampung Budaya Kemuning berkembang menjadi ikon budaya dan pusat kerajinan Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan arahan saat membuka Festival Kampung Budaya Kemuning. Ia mendorong pengembangan Kampung Budaya Kemuning sebagai ikon budaya sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tangerang. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendorong pengembangan Kampung Budaya Kemuning di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, sebagai salah satu ikon budaya di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Festival Kampung Budaya Kemuning yang diinisiasi oleh Balai Adat Keariaan Tangerang. Menurut Bupati Maesyal, keberadaan Kampung Budaya Kemuning memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus ruang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Ia menilai, budaya lokal tidak hanya perlu dijaga sebagai warisan daerah, tetapi juga harus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini sangat penting untuk memberikan edukasi dan menambah keterampilan anak-anak kita. Dari sini mereka bisa mengenal, mengetahui, dan langsung praktik mengelola potensi lokal untuk kepentingan ekonomi keluarga maupun daerah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurutnya, Kampung Budaya Kemuning memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan, mulai dari kerajinan batik, anyaman, hingga produk UMKM yang dihasilkan masyarakat setempat.

Bupati berharap pengembangan kawasan budaya tersebut dapat menjadikan Desa Kemuning sebagai salah satu tujuan edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya pelajar di Kabupaten Tangerang.

“Mudah-mudahan ini bisa membuka lapangan pekerjaan sekaligus menjadi edukasi bagi siswa-siswi di Kabupaten Tangerang yang bisa datang dan melihat langsung kegiatan membatik dan membuat anyaman,” katanya.

Untuk mendukung pengembangan Kampung Budaya Kemuning, Bupati Maesyal meminta perangkat daerah terkait bersama pemerintah kecamatan dan desa untuk memperkuat kolaborasi dalam penyusunan program pendukung.

Ia menyebut, dukungan sarana dan prasarana menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar aktivitas budaya dan kerajinan di Kampung Budaya Kemuning dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kampung Budaya Kemuning ini nanti Pak Camat, kepala desa, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BPKD untuk duduk bersama mengonsepkan program bantuan sarana dan prasarana pendukung, seperti pembangunan hanggar kegiatan dan pemberdayaan rumah-rumah adat menjadi sanggar kerajinan,” pintanya.

Bupati Maesyal berharap pengembangan Kampung Budaya Kemuning dapat memberikan dampak positif, baik dalam menjaga identitas budaya daerah maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya juga supaya dengan batik dan kerajinan ini bisa memberikan pendapatan kepada masyarakat setempat dan pastinya roda perekonomian rakyat ini bisa terus berjalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang, Rd. Ali Akipin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap pengembangan budaya lokal.

Ia berharap Kampung Budaya Kemuning dapat terus berkembang menjadi wadah pembelajaran budaya sekaligus tempat tumbuhnya pelaku usaha berbasis kearifan lokal.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga ilmu yang didapat pada kegiatan ini bisa bermanfaat dan mudah-mudahan membatik bisa menjadi alternatif usaha ke depan. Terima kasih juga kepada teman-teman UMKM yang sudah meramaikan acara ini,” ujar Ali.

Melalui Festival Kampung Budaya Kemuning, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap potensi budaya lokal dapat semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari penguatan identitas daerah. (*)

Tinggalkan Balasan