Bandung, Semartara.News — Botan Fest 2026 kembali digelar sebagai festival berbasis komunitas yang memadukan pertunjukan seni, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan sosial, hingga program keagamaan. Festival yang diinisiasi Karang Taruna Tanjung Katineung RW 16 ini akan berlangsung pada 12–13 September 2026 di RW 16 Bojong Tanjung, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.
Memasuki penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2022, Botan Fest mengusung konsep yang lebih luas dengan menghadirkan ruang kolaborasi bagi masyarakat, komunitas kreatif, pelaku UMKM, serta generasi muda. Festival tersebut terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya dan ditargetkan menarik lebih dari 1.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.
Selain menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, Botan Fest juga menjadi wadah bagi musisi lokal untuk menampilkan karya sekaligus memperluas jejaring kreatif. Tahun ini panitia menyiapkan sekitar 10 penampil yang terdiri atas musisi dan komunitas seni lokal, serta melibatkan sedikitnya 15 tenant UMKM yang terbuka bagi pelaku usaha dari berbagai wilayah.
Pada hari pertama, Sabtu (12/9/2026), pengunjung akan disuguhkan berbagai pertunjukan musik, tari, dan seni pertunjukan lainnya. Agenda tersebut menjadi ruang apresiasi bagi musisi lokal, komunitas kreatif, dan seniman untuk menampilkan hasil karya mereka kepada masyarakat.
Sementara itu, hari kedua, Minggu (13/9/2026), akan difokuskan pada kegiatan keagamaan dan sosial. Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi pengajian, Lomba Tahfiz Anak, serta Lomba Kaligrafi Anak yang dapat diikuti peserta tanpa dipungut biaya pendaftaran.
Perwakilan Tim Penyelenggara Botan Fest, Thoriq Habib Al Ghifari atau Bhotax, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dirancang agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung perkembangan ekosistem kreatif di tingkat lokal.
“Kami ingin Botan Fest menjadi ruang bagi musisi-musisi lokal, khususnya di wilayah Sangkanhurip, untuk kembali bersemangat berkarya dan menampilkan hasil latihan serta proses kreatif mereka. Selama ini masih terbatas ruang apresiasi yang dapat dimanfaatkan oleh musisi lokal. Melalui Botan Fest, kami berharap ekosistem musik di lingkungan kami dapat terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Menurut Thoriq, festival tersebut tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Kehadiran tenant UMKM diharapkan mampu membantu pelaku usaha mempromosikan produk sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi lokal melalui kunjungan masyarakat selama festival berlangsung.
Botan Fest 2026 juga memperkuat aspek sosial melalui program RunMal atau Lari Amal. Seluruh biaya pendaftaran peserta kegiatan tersebut akan disalurkan kepada anak-anak yatim dan warga yang membutuhkan di lingkungan RW 16 Bojong Tanjung sebagai bentuk kepedulian sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Di sisi lain, penyelenggaraan Lomba Tahfiz Anak dan Lomba Kaligrafi Anak tanpa biaya pendaftaran diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an, mengembangkan bakat seni kaligrafi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, Botan Fest terus berkembang sebagai festival berbasis komunitas yang mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi. Melalui perpaduan pertunjukan seni, pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial, dan program keagamaan, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi antara musisi lokal, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kreatif yang berdampak bagi lingkungan sekitar.
Panitia menyatakan informasi mengenai rangkaian kegiatan, jadwal pelaksanaan, pendaftaran tenant UMKM, hingga line-up pengisi acara akan diumumkan secara bertahap melalui akun Instagram resmi @bojongtanjung16. (Ril)







