Cetak Talenta Digital dari Masjid, GPS Tangsel Luncurkan Innovation Center untuk Anak Muda

GPS Tangsel meluncurkan Innovation Center untuk mencetak talenta digital muda melalui pelatihan teknologi berbasis masjid.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mendukung pengembangan GPS Digital Academy & Innovation Center sebagai ruang kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan talenta digital muda dari lingkungan masjid di Kota Tangsel. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah baru dalam pengembangan sumber daya manusia dengan menghadirkan GPS Digital Academy & Innovation Center, sebuah pusat pembelajaran dan kolaborasi yang ditujukan untuk mencetak talenta digital dari lingkungan masjid.

Inisiatif tersebut dihadirkan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut generasi muda memiliki kemampuan digital, kreativitas, serta daya saing yang tinggi di berbagai sektor.

Ketua GPS Tangsel, Ustaz Muhammad Sartono, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan era digital.

Melalui Innovation Center tersebut, peserta akan mendapatkan akses pembelajaran mengenai pembuatan konten digital, pemrograman (coding), pengenalan kecerdasan buatan (AI), hingga ruang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ide dan inovasi.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin melahirkan generasi muda yang melek teknologi, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Sartono.

Program ini mendapat dukungan dari Diskominfo Kota Tangsel yang menilai pengembangan talenta digital berbasis komunitas merupakan langkah penting dalam memperluas manfaat transformasi digital hingga ke tingkat akar rumput.

Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menyebut kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seperti GPS menjadi model yang potensial untuk memperkuat ekosistem smart city yang inklusif.

Menurutnya, pembangunan kota cerdas tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Karena itu, GPS Digital Academy & Innovation Center diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang lahirnya inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kota Tangsel di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan