Kota Serang, Semartara.News – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Banten Hasbi Sidik menegaskan komitmennya untuk memperkuat gerakan koperasi di Provinsi Banten melalui sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses permodalan, hingga pembukaan peluang pasar yang lebih luas bagi koperasi.
Komitmen tersebut disampaikan Hasbi usai dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Dekopinwil Banten periode 2026–2030 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat (12/6/2026).
Menurut Hasbi, kepengurusan baru Dekopinwil Banten membawa tanggung jawab besar untuk memastikan koperasi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang modern, profesional, dan berdaya saing di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal dari amanah besar untuk memajukan gerakan koperasi di Provinsi Banten,” katanya.
Hasbi menjelaskan, salah satu fokus utama yang akan dijalankan adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mendesak agar koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar.
Selain itu, pihaknya juga akan mendorong peningkatan literasi digital koperasi guna mempercepat transformasi kelembagaan dan tata kelola usaha yang lebih efektif dan transparan.
Tidak hanya itu, Dekopinwil Banten juga akan memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, maupun sektor swasta lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka akses permodalan yang lebih luas bagi koperasi sekaligus memperkuat jaringan pemasaran produk-produk anggota.
“Kami ingin koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan mampu bersaing. Karena itu akses permodalan, pasar, dan teknologi harus terus diperkuat,” ujarnya.
Hasbi menilai koperasi memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah apabila mampu memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, koperasi dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Saat ini, berdasarkan data Kementerian Koperasi hingga akhir 2025, Provinsi Banten memiliki 6.860 koperasi yang terdiri atas 5.309 koperasi primer dan 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di delapan kabupaten/kota.
Hasbi mengatakan jumlah tersebut merupakan potensi besar yang perlu dikelola dan diperkuat agar koperasi mampu menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni berharap kepengurusan baru Dekopinwil Banten dapat menjadi motor penggerak kebangkitan koperasi di daerah. Ia menilai peran koperasi semakin penting seiring tingginya perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.
“Kita berharap pengurus Dekopinwil Banten dapat bekerja maksimal dalam memperkuat koperasi di Provinsi Banten,” kata Andra.
Senada, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan pentingnya pengelolaan koperasi yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman agar mampu bersaing dengan badan usaha lainnya.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, Hasbi optimistis koperasi di Banten dapat berkembang lebih kuat dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar koperasi di Provinsi Banten semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hasbi. (*)







