Yogyakarta, Semartara.News – Upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mempercepat penurunan stunting dan menekan angka kemiskinan mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Atas capaian tersebut, Kota Tangsel berhasil meraih penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait kepada Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam acara yang berlangsung di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Pengakuan dari pemerintah pusat itu diberikan setelah Tangsel dinilai mampu menunjukkan kinerja yang konsisten dalam mengintegrasikan berbagai program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan.
Selain memperoleh penghargaan, Pemerintah Kota Tangsel juga menerima dana apresiasi sebesar Rp1 miliar dari Kemendagri sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program-program yang telah dijalankan.
Dalam proses penilaian, Kemendagri menyoroti berbagai aspek, mulai dari komitmen pemerintah daerah, efektivitas program lintas sektor, kualitas layanan dasar, hingga capaian nyata yang berhasil dirasakan masyarakat.
Hasilnya, Kota Tangsel mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan. Prevalensi stunting yang sebelumnya sempat mencapai 19,9 persen berhasil ditekan hingga berada di kisaran 9 persen. Pemerintah Kota Tangsel bahkan menargetkan angka tersebut dapat turun menjadi 7,05 persen pada tahun 2027.
Keberhasilan lainnya terlihat dari capaian angka kemiskinan yang berada pada level 2,36 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah di Provinsi Banten dan mencerminkan efektivitas berbagai program pemberdayaan masyarakat serta perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah daerah.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja sama seluruh pihak dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Kota Tangerang Selatan. Ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut mendukung berbagai program pembangunan,” ujar Benyamin.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih saat ini harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas program yang sudah berjalan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Tangsel akan terus memperkuat intervensi yang menyasar kelompok rentan, meningkatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita belum selesai. Kami akan terus memastikan seluruh program berjalan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa penghargaan diberikan kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dan menghadirkan dampak nyata melalui program pembangunan yang dijalankan.
Menurut Tito, pemerintah pusat ingin memberikan ruang apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil menghadirkan inovasi serta solusi atas berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
“Ini akan berlanjut terus. Nanti akan ada gelombang kedua di enam regional lainnya dengan tema yang bisa berbeda, misalnya kota bersih, pengelolaan layanan publik, dan berbagai aspek pembangunan lainnya,” ujar Tito.
Apresiasi dari Kemendagri tersebut menjadi bukti bahwa berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan telah menunjukkan hasil yang diakui hingga tingkat nasional. (*)







