BPOM Tangerang Raya Temukan Tahu dan Mie Berformalin Saat Sidak di Tangsel

BPOM Tangerang Raya menemukan tahu putih dan mie kuning basah mengandung formalin saat sidak di Pasar Serpong.
BPOM Tangerang Raya bersama Pemkot Tangsel melakukan pengecekan kandungan pada sejumlah sampel makanan dalam inspeksi pangan di Pasar Serpong, Tangsel, Senin (25/5/2026). (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang Raya menemukan tahu putih dan mie kuning basah mengandung formalin saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pangan di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (25/5/2026).

Temuan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pengujian terhadap puluhan sampel pangan yang dijual di pasar tradisional tersebut. Hasilnya, satu sampel tahu putih dan satu mie kuning basah dinyatakan positif mengandung formalin.

Kepala Balai POM Tangerang, M. Sony Mughofir, mengatakan formalin merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan pada makanan karena dapat membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi.

“Kalau formalin digunakan pada pangan tentu sangat berbahaya. Dalam dosis tinggi bisa fatal, dan dalam jangka panjang juga berisiko memicu kanker,” ujar Sony.

Menurutnya, penggunaan formalin pada tahu dan mie basah masih kerap ditemukan karena bahan tersebut dapat membuat makanan lebih tahan lama dan tidak cepat basi.

Ia menjelaskan, masyarakat sebenarnya dapat mengenali ciri-ciri makanan yang diduga mengandung formalin dengan cara sederhana. Salah satunya pada tahu yang tetap awet meski disimpan dalam suhu ruang selama beberapa hari.

“Kalau tahu tanpa formalin biasanya cepat basi. Tapi kalau disimpan satu sampai dua hari masih awet, masyarakat perlu curiga,” katanya.

Selain tahu dan mie kuning basah, BPOM sebelumnya juga pernah menemukan sejumlah produk pangan lain yang mengandung formalin, seperti ikan teri hingga jambal roti di wilayah Tangerang Raya.

BPOM pun mengimbau pedagang dan produsen agar tidak menggunakan bahan kimia berbahaya pada makanan demi menjaga kesehatan masyarakat dan keamanan pangan. (*)

Tinggalkan Balasan