Benyamin Ungkap Fokus Utama Tangsel: Sampah, Banjir, dan Kemacetan

Pemkot Tangsel fokus tangani sampah, banjir, dan kemacetan, hasilnya mulai terlihat dengan berkurangnya titik banjir di wilayahnya
Wali Kota Benyamin Davnie memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Tangsel, terkait penanganan sampah, banjir, dan kemacetan yang mulai menunjukkan hasil. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan tiga persoalan utama yang menjadi fokus pemerintah daerah saat ini adalah sampah, banjir, dan kemacetan.

Menurut Benyamin, ketiga isu tersebut masih menjadi prioritas penanganan meskipun berbagai upaya telah dilakukan dan sebagian mulai menunjukkan hasil, khususnya dalam pengurangan titik-titik banjir.

“Memang yang paling menonjol saat ini adalah persoalan sampah, banjir, dan kemacetan. Itu yang menjadi fokus utama kami,” ujar Benyamin usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Tangsel, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, penanganan banjir dilakukan secara bertahap melalui pembangunan infrastruktur serta normalisasi saluran air. Kondisi saat ini disebutnya berangsur membaik dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, titik-titik banjir sekarang sudah mulai berkurang,” katanya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga telah menindaklanjuti berbagai rekomendasi DPRD sejak 2024 yang kemudian diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Menurutnya, secara umum rekomendasi tersebut telah dijalankan dan dilaporkan. Namun demikian, penyelesaian tiga persoalan utama tersebut masih terus dikejar.

Dalam penanganan sampah, Pemkot Tangsel tengah membangun fasilitas Material Recovery Facility (MRF) di kawasan Cipeucang. Proyek tersebut telah dimulai sejak tahun lalu dan kini memasuki tahap persiapan lanjutan, termasuk proses pelelangan.

Benyamin memastikan anggaran pembangunan fasilitas tersebut telah tersedia dan ditargetkan rampung pada tahun ini.

“Sekarang sedang dalam tahap persiapan, termasuk proses pelelangan. Targetnya tahun ini selesai,” ujarnya.

Di sisi lain, Tangsel juga direncanakan masuk dalam skema pengelolaan sampah secara aglomerasi di Provinsi Banten yang melibatkan pemerintah provinsi serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Namun, terdapat opsi lain yang memungkinkan Tangsel mengelola sampah secara mandiri, sesuai arahan dari Kementerian Koordinator. Keputusan teknis terkait skema tersebut masih menunggu penetapan lebih lanjut.

“Keputusan teknisnya nanti akan ditentukan. Kita juga dimungkinkan untuk berdiri sendiri,” ungkapnya.

Pemkot Tangsel juga berencana mengajukan permohonan minat untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dengan catatan seluruh persyaratan telah terpenuhi.

Tangsel diproyeksikan masuk dalam tahap kedua, baik dalam skema aglomerasi maupun mandiri. Namun, kepastian waktu pelaksanaan masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Untuk waktunya belum bisa dipastikan, tapi mudah-mudahan semester pertama tahun ini proses lelang sudah berjalan,” jelas Benyamin.

Terkait kerja sama pengelolaan sampah sebelumnya, ia memastikan kontrak lama telah diakhiri sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan regulasi.

“Kontrak sebelumnya sudah tidak berlaku lagi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan