Operasi Ketupat Maung 2026 Digelar 13 Hari, Wabup Tangerang Tekankan Koordinasi Lintas Sektor

Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah tekankan sinergi lintas sektor dalam pengamanan Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Maung.
Suasana kehadiran Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi lintas sektor sangat krusial dalam memastikan pengamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Pernyataan ini disampaikan Wabup Intan saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang membahas persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 Masehi dan Operasi Ketupat Maung 2026 di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, Kamis (05/03/26).

“Pengamanan selama Lebaran tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Semua pihak harus terhubung dan terkoordinasi dalam satu kesatuan. Artinya, kita bekerja dalam satu nafas, yaitu pelayanan kepada masyarakat. Semua harus saling terhubung dan memperkuat satu sama lain,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran merupakan tantangan bersama yang harus diatasi dengan kesiapan optimal dari semua unsur, termasuk masyarakat sendiri. Oleh karena itu, semua pihak harus saling mendukung, responsif, informatif, dan humanis dalam melayani masyarakat.

“Bagi masyarakat, pemerintah adalah satu entitas. Mereka tidak lagi memandang kewenangan atau tugas tertentu. Yang mereka inginkan hanyalah hadirnya negara saat mereka membutuhkan rasa aman dan nyaman,” tegas Wabup Intan.

Ia juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem saat ini, seperti hujan deras, angin kencang, serta potensi banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Oleh karena itu, jalur rawan bencana, kawasan pesisir, dan lokasi yang berpotensi kecelakaan harus menjadi prioritas pengawasan dan mitigasi risiko.

“Kita harus menyelesaikan setiap persoalan dengan cepat, tepat, dan terukur. Jangan sampai ada ego sektoral. Jika ada kendala di lapangan, segera koordinasikan. Jika ada potensi bahaya, lakukan mitigasi bersama,” katanya.

Selain itu, Wabup Tangerang menyatakan kesiapan Pemkab untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 dan mengajak seluruh unsur terkait untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta semangat kebersamaan.

“Insya Allah, dengan menjaga kolaborasi dan sinergi ini, Kabupaten Tangerang akan tetap aman, tertib, dan kondusif selama perayaan Idul Fitri. Kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, mudik dengan aman, dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Andi M Indra Waspada, memaparkan bahwa Operasi Ketupat Maung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi antara 13–17 Maret, dan arus balik antara 24–28 Maret. Perayaan Idul Fitri sendiri jatuh pada 20–21 Maret 2026, sementara libur sekolah berlangsung dari 16–29 Maret.

Meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang menyebabkan perlunya pengamanan di berbagai titik seperti jalur tol, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan destinasi wisata. Untuk itu, disiapkan enam titik utama pengamanan dan pelayanan, meliputi Pos Terpadu Citra Raya, Pos Yan di Rest Area KM 43 dan KM 45, Pos Pam di Pasar Gembong dan Batavia Pasar Kemis, serta pos pantau di lokasi wisata dan pusat keramaian.

“Sebanyak 184 personel Polri akan diterjunkan setiap hari, lengkap dengan sarana pendukung seperti ambulans, kendaraan patroli, CCTV, drone, dan layanan hotline 110 untuk respons cepat terhadap potensi kerawanan kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, premanisme, penimbunan bahan pokok, peredaran petasan dan minuman keras, serta potensi konflik sosial,” jelas Kapolres.

Pengamanan juga difokuskan pada 1.071 masjid, 471 lokasi salat Id, 8 pusat perbelanjaan, 3 stasiun KAI, 5 terminal bus, 2 rest area utama, serta jalur yang rawan kemacetan dan kecelakaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, perwakilan KAI, pengelola jalan tol Jakarta–Merak, Jasa Raharja, dan instansi terkait lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan