22 Tahun Mengabdi, PKBM Tan Malaka Resmikan Gedung Baru Hasil Revitalisasi 2025

PKBM Tan Malaka Tangerang meresmikan gedung baru hasil revitalisasi 2025, menandai 22 tahun pengabdian pendidikan nonformal warga.
Kebersamaan komunitas belajar PKBM Tan Malaka. Lembaga ini terus berkomitmen menjadi ruang pemulihan dan pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Lembaga pendidikan nonformal, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tan Malaka, yang berlokasi di Kampung Babakan, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, merayakan 22 tahun perjalanannya pada Sabtu, 10 Januari 2026. Perayaan ini ditandai dengan peresmian gedung baru yang merupakan hasil revitalisasi ruang kelas yang rampung pada tahun 2025.

PKBM Tan Malaka telah aktif sejak tahun 2003 dan berhasil memiliki bangunannya sendiri pada tahun 2007. Kehadiran lembaga ini bertujuan untuk memberikan solusi pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses sekolah formal karena berbagai kendala, seperti usia, situasi ekonomi, atau kondisi sosial.

PKBM Tan Malaka telah terakreditasi B, memiliki Izin Operasional resmi dengan nomor 423.8/098/Dispendik/2012, dan NPSN P.9908760. Melalui kurikulum pendidikan kesetaraan yang fleksibel, lembaga ini menyelenggarakan program yang ijazahnya diakui setara dengan pendidikan formal. Hal ini memungkinkan para lulusan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.

Saat ini, PKBM Tan Malaka beroperasi di atas lahan seluas 500 meter persegi dengan konsep ramah lingkungan. Didukung oleh 12 tenaga pengajar, staf administrasi, dan tenaga kependidikan, lembaga ini telah meluluskan lebih dari 2.000 alumni sejak tahun 2007.

Pembangunan Gedung Baru dari Bantuan Kemendikdasmen

Pada tahun 2025, PKBM Tan Malaka meresmikan bangunan baru hasil revitalisasi ruang kelas. Proyek ini terwujud berkat skema hibah swakelola dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Gedung yang baru selesai direvitalisasi dalam waktu dua bulan tersebut terdiri dari dua ruang kelas dan satu ruang kantor. Ke depannya, gedung ini direncanakan akan dikembangkan menjadi bangunan dua lantai yang mampu menampung empat ruang kelas. Peresmian gedung baru ini sekaligus menandai komitmen PKBM Tan Malaka untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Fokus pada Pemulihan dan Pemberdayaan

Ferry Wardhana, Pendiri sekaligus Ketua PKBM Tan Malaka yang dikenal dengan sapaan Pei, menekankan bahwa fokus pendidikan di lembaga tersebut melampaui sekadar perolehan ijazah.

“Sejak didirikan, PKBM Tan Malaka kami maksudkan sebagai ruang pemulihan dan pemberdayaan,” jelas Pei. “Banyak warga belajar yang datang dengan berbagai keterbatasan, bahkan membawa luka sosial. Pendidikan harus hadir sebagai upaya untuk memanusiakan,” tegasnya.

Membantu Akses Pendidikan Anak Yatim

PKBM Tan Malaka juga memiliki peran signifikan di tengah masyarakat sekitar, terutama dalam memfasilitasi akses pendidikan gratis bagi anak yatim dan kaum dhuafa.

Syamsudin Buaya, Ketua Umum Yayasan Himpul Daarus Sa’adah, mengakui PKBM Tan Malaka sebagai mitra krusial dalam pendampingan sosial dan edukasi.

“Di lingkungan kami ada sekitar 70 anak yatim. Saat ini, sekitar enam anak yatim binaan kami, termasuk lima anak asuh Rumah Yatim Himpul Daarus Sa’adah dan 14 anak yang tinggal di rumah yatim, dapat bersekolah di PKBM Tan Malaka secara gratis. Ini sangat membantu masyarakat,” ujar Syamsudin.

Apresiasi dari Kalangan Akademisi

Dukungan juga datang dari sektor akademik. Dr. Agung Slamet Riyadi, ST., MT, seorang akademisi dari Universitas Gunadarma, memandang PKBM Tan Malaka sebagai mitra strategis untuk mentransformasi pengetahuan dan keterampilan di tengah masyarakat.

“PKBM Tan Malaka memainkan peran vital sebagai mitra Universitas Gunadarma dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Lembaga ini menjadi jembatan transfer pengetahuan dan keterampilan yang secara langsung menyentuh kebutuhan warga,” kata Dr. Agung.

Memasuki usia ke-22 tahun, PKBM Tan Malaka terus memperkuat identitasnya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berbasis komunitas, bertekad untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan