Kota Tangsel, Semartara.News — Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) mengusulkan pengambilalihan seluruh pengelolaan layanan air bersih di Perumahan Serpong Lagoon, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Langkah ini disiapkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih terintegrasi bagi warga.
Direktur Utama Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman, mengatakan pihaknya menginginkan agar pengelolaan layanan air bersih di kawasan tersebut nantinya ditangani langsung oleh PITS, tanpa keterlibatan pihak swasta dalam operasional pelayanan.
“Kalau dari PITS itu minta kita takeover aja semua. Jadi tidak ada lagi pelayanan yang melibatkan pihak swasta di sana,” ujar Hendra, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, rencana pengambilalihan tersebut masih memerlukan pembahasan dengan pengelola perumahan. Sejumlah aspek perlu diselesaikan sebelum skema pengelolaan baru dapat direalisasikan, terutama terkait aset dan investasi yang telah dikeluarkan pengelola sebelumnya.
Penilaian Aset Jadi Bagian Pembahasan
Hendra menjelaskan, proses pengambilalihan tidak hanya menyangkut peralihan tanggung jawab pelayanan, tetapi juga perlu memperhitungkan nilai aset serta investasi yang telah ditanamkan oleh pengelola sebelumnya.
Untuk memastikan nilai aset secara objektif, PITS berencana melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Penilaian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai nilai aset yang berkaitan dengan layanan air bersih di Serpong Lagoon.
Hasil penilaian nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembahasan skema pengambilalihan dan kesepakatan kerja sama antara PITS dengan pihak pengelola perumahan.
Di sisi lain, PITS juga melakukan kajian internal terhadap aspek regulasi dan kebutuhan investasi agar rencana tersebut dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami sudah membahas secara internal dari segala aspek, regulasi semua, termasuk investasi seperti apa. Ini diupayakan kita akan segera MoU dan kita akan juga segera bangun karena ini mendesak,” kata Hendra.
PITS Siapkan Pasokan dan Infrastruktur Air Bersih
Rencana pengambilalihan pengelolaan tersebut berjalan beriringan dengan persiapan pembangunan jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Serpong Lagoon.
PITS merencanakan pasokan air bersih dari PT Tirta Kerta Raharja (TKR). Hendra menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktur Teknik TKR untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi kawasan perumahan tersebut.
PITS berencana mengajukan alokasi air sebesar 15 liter per detik (LPS), sedangkan kebutuhan air bersih Serpong Lagoon saat ini diperkirakan mencapai 8 hingga 10 LPS.
“Kebutuhan untuk Serpong Lagoon itu kurang lebih sekarang ini 8 sampai 10 LPS. Ketersediaan airnya ada,” jelasnya.
Kerja sama pembelian air curah antara PITS dan TKR diketahui telah berjalan melalui perjanjian kerja sama (PKS). Selanjutnya, PITS berfokus menyiapkan jaringan distribusi agar air dapat disalurkan langsung kepada pelanggan.
Pembangunan jaringan perpipaan ditargetkan mulai November 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, layanan air bersih ditargetkan mulai mengalir kepada warga pada Januari 2027.
Pengambilalihan Ditargetkan Tingkatkan Pelayanan Warga
Dari sisi pembiayaan, Hendra memastikan PITS siap mendukung pembangunan jaringan perpipaan melalui kas dan setara kas perusahaan. Pembiayaan perbankan juga menjadi opsi apabila dibutuhkan tambahan modal.
Berdasarkan informasi awal, layanan air bersih yang direncanakan berpotensi menjangkau sekitar 1.324 rumah di Serpong Lagoon. Jumlah penerima manfaat dan kebutuhan air secara keseluruhan masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
Hendra menilai dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan untuk memperlancar proses persiapan, termasuk penyelesaian perizinan, pembahasan kerja sama, dan aspek teknis pembangunan.
Rencana pengambilalihan ini diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas persoalan air bersih di Serpong Lagoon. Namun, realisasinya masih bergantung pada penyelesaian pembahasan dengan pihak pengelola serta kesepakatan mengenai aset dan mekanisme pengelolaan.
“Januari insyaallah sudah bisa mulai mengalirkan. Makanya kami butuh dukungan seluruh stakeholder untuk menyalurkan air bersih di Serpong Lagoon,” pungkasnya. (*)







