Dua Segmen Jalan Rawa Buntu Tangsel Rusak, Total Panjang Penanganan 166 Meter

Dua segmen Jalan Rawa Buntu Tangsel dengan total panjang 166 meter ditangani melalui rekonstruksi untuk memperbaiki struktur beton.
Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu, Tangerang Selatan, menyasar dua segmen kerusakan beton dengan total panjang sekitar 166 meter. Di tengah pekerjaan perbaikan, arus kendaraan masih melintasi ruas jalan tersebut sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menangani dua segmen kerusakan struktur beton dalam rekonstruksi Jalan Rawa Buntu dengan total panjang sekitar 166 meter. Kedua segmen tersebut berada di jalur dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya menuju pertigaan Taman Tekno–Buaran, arah BSD menuju Pamulang.

Penanganan dilakukan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan setelah pengupasan lapisan aspal lama atau scraping mengungkap kerusakan pada struktur beton di bawah permukaan jalan.

Proses pengupasan berlangsung pada Minggu (18/10) malam hingga Senin (19/10) dini hari, mulai sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas menggunakan cold milling machine untuk mengupas lapisan aspal sekaligus membuka akses pemeriksaan terhadap struktur jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan adanya dua segmen beton yang perlu ditangani melalui pekerjaan rekonstruksi.

Segmen Pertama Sepanjang 45 Meter

Segmen kerusakan pertama berada di sekitar lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU. Bagian jalan tersebut memiliki panjang sekitar 45 meter dengan lebar 6 meter.

Sementara itu, segmen kedua terletak di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya–Buaran. Panjang bagian yang ditangani mencapai sekitar 121 meter dengan lebar 6 meter.

Jika dijumlahkan, panjang kedua segmen tersebut mencapai sekitar 166 meter. Adapun total luas area berdasarkan ukuran panjang dan lebar yang disebutkan mencapai sekitar 996 meter persegi, dengan asumsi seluruh bagian memiliki lebar penanganan yang sama, yakni 6 meter.

Ahmad mengatakan kedua segmen menjadi prioritas karena kerusakan yang ditemukan berada pada struktur beton sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Dari hasil scraping semalam, ditemukan dua titik kerusakan pada struktur beton yang akan ditangani terlebih dahulu. Segmen pertama berada di dekat lampu merah Ruko Kencana Raya, dengan panjang sekitar 45 meter dan lebar 6 meter. Segmen kedua berada di dekat Bank Mandiri, dengan panjang sekitar 121 meter dan lebar 6 meter,” ujar Ahmad.

Pembongkaran hingga Pengecoran Beton

Perbaikan pada kedua segmen tidak hanya dilakukan dengan melapisi kembali permukaan jalan. Bagian beton yang mengalami kerusakan akan dibongkar melalui proses excavation, kemudian diperbaiki menggunakan pengecoran beton mutu K-350 fast track sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.

Struktur jalan pada bagian yang ditangani menggunakan sistem perkerasan kaku (rigid pavement), dengan beton sebagai struktur utama penahan beban kendaraan. Di atasnya terdapat lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) yang berfungsi sebagai lapisan pengikat dalam struktur perkerasan beraspal.

Setelah pengecoran dan struktur beton memenuhi persyaratan teknis, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemulihan lapisan aspal sesuai kebutuhan. Tahapan ini dilakukan agar bagian yang diperbaiki kembali terintegrasi dengan konstruksi jalan.

Penggunaan beton fast track ditujukan untuk mendukung percepatan pekerjaan. Beton direncanakan menjalani masa pemeraman awal sekitar tiga hari, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan kekuatan dan ketentuan teknis sebelum tahapan selanjutnya dilakukan.

Secara keseluruhan, rangkaian pembongkaran hingga pengecoran pada kedua segmen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Durasi tersebut mencakup keseluruhan pekerjaan penanganan struktur beton, bukan hanya masa pemeraman.

Arus Lalu Lintas Perlu Diantisipasi

Selama rekonstruksi berlangsung, pengguna jalan perlu mengantisipasi perubahan kondisi permukaan jalan. Pengupasan aspal dapat menimbulkan perbedaan ketinggian antara bagian yang telah dikerjakan dan bagian yang belum ditangani.

Pekerjaan pada salah satu sisi lajur juga berpotensi membatasi ruang gerak kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Ahmad mengimbau pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area pekerjaan.

“Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan menjadi tidak rata dan terdapat perbedaan ketinggian. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” katanya.

Pengendara juga diminta mematuhi rambu-rambu, mengikuti arahan petugas di lapangan, menjaga jarak aman, serta menghindari pengereman mendadak.

Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan. Melalui penanganan dua segmen dengan total panjang sekitar 166 meter tersebut, perbaikan diharapkan dapat memulihkan kondisi struktur jalan sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (*)

Tinggalkan Balasan