Berita  

BLK Tangerang dan PT ADIS Serap 95 Peserta Pelatihan ke Dunia Kerja

BLK Tangerang dan PT ADIS membuka peluang kerja bagi 95 peserta melalui pelatihan berbasis industri sepatu di Kabupaten Tangerang.
Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, saat membuka pelatihan berbasis industri hasil kolaborasi BLK Kabupaten Tangerang dan PT ADIS Balaraja untuk meningkatkan kompetensi peserta dan memperluas kesempatan kerja. (Foto: Dok. Disnaker Kabupaten Tangerang)

Tangerang, Semartara.News — Kolaborasi Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang dengan PT ADIS Balaraja membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui pelatihan berbasis industri. Sebanyak 95 peserta mengikuti program tersebut pada April hingga Agustus 2026, dengan hasil penyerapan kerja yang dilaporkan mencapai hampir seluruh peserta.

Program ini menjadi salah satu upaya menghubungkan pelatihan keterampilan dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri. Peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teknis, tetapi juga menjalani praktik langsung menggunakan mesin produksi di lingkungan perusahaan sepatu.

Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, mengatakan kerja sama dengan dunia usaha menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.

Menurutnya, pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dapat memperbesar peluang peserta untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program.

“Kita kolaborasi dengan perusahaan sepatu, yaitu PT ADIS Balaraja, dan alhamdulillah hampir 100 persen lulusannya langsung diserap sebagai pegawai di sana. Tentu ini sejalan dengan arahan Pak Bupati untuk peningkatan kompetensi masyarakat dan pengentasan pengangguran,” kata Rudi, Senin (26/10/2026).

Pelatihan Langsung di Lingkungan Perusahaan

Kepala UPTD BLK Disnaker Kabupaten Tangerang, Bambang Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan langsung di PT ADIS Balaraja. Langkah ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari penggunaan mesin sekaligus memahami proses kerja di industri sepatu.

Materi pelatihan mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pemotongan bahan, penjahitan, assembling dan lasting, stockfit, hingga finishing.

Bambang menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan di perusahaan juga berkaitan dengan revitalisasi ruang kelas BLK. Meski demikian, seleksi peserta tetap dilakukan oleh pihak BLK untuk menentukan masyarakat yang mengikuti program tersebut.

“Para peserta kami yang seleksi dan pelatihan langsung menggunakan mesin di PT ADIS Balaraja. Saya tegaskan juga, pelatihan ini gratis 100 persen,” ujar Bambang.

Lima Gelombang Pelatihan Libatkan 95 Peserta

Sepanjang 2026, program pelatihan berbasis industri tersebut diselenggarakan dalam lima gelombang dengan total 95 peserta. Setiap gelombang diikuti lebih dari 16 orang yang mendapatkan pembelajaran langsung dari pihak perusahaan.

Menurut Bambang, hasil program menunjukkan bahwa keterampilan yang diberikan selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja. Ia menyebut seluruh peserta dilaporkan terserap bekerja, meskipun satu orang kemudian mengundurkan diri karena menikah.

“Total 95 peserta dan alhamdulillah terserap 100 persen. Hanya satu orang mengundurkan diri karena menikah. Mereka dilatih oleh perusahaan langsung, satu orang harus bisa mesin pemotongan sampai finishing,” jelasnya.

Pelatihan ini tidak dipungut biaya sehingga memberikan akses bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan tanpa harus mengeluarkan biaya pelatihan. Selain itu, keterlibatan perusahaan dalam proses pembelajaran membantu mendekatkan kompetensi peserta dengan kebutuhan operasional industri.

Kolaborasi Jadi Jembatan Menuju Dunia Kerja

Kerja sama BLK Tangerang dan PT ADIS Balaraja memperlihatkan peran kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam mempersiapkan tenaga kerja. Melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan industri, peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membuka jalan menuju pekerjaan.

Model pelatihan berbasis industri juga menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan. Dengan pembekalan yang relevan serta praktik langsung, program serupa diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Upaya tersebut sejalan dengan tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong agar program pelatihan kerja menghasilkan manfaat nyata bagi peserta dan dunia usaha. (*)

Tinggalkan Balasan