Sosok  

Prof Grace Kandou dan Rekam Jejaknya Menjelang Pilrek Unsrat 2026

Prof Grace Kandou memiliki rekam jejak panjang di bidang akademik, penelitian, dan kepemimpinan menjelang Pilrek Unsrat periode 2026–2030.
Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes (Foto: Ist)

Persona, Semartara.News – Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), menjadi salah satu sosok yang menarik dicermati menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsrat periode 2026–2030. Dengan pengalaman panjang di bidang akademik, penelitian, dan kepemimpinan perguruan tinggi, Grace memiliki rekam jejak yang mencakup berbagai aspek pengembangan pendidikan tinggi dan kesehatan masyarakat.

Pemilihan rektor Unsrat mulai memasuki tahapan persiapan setelah pembentukan panitia pada 14 Oktober 2026. Berdasarkan jadwal yang diumumkan Senat Unsrat, sosialisasi tahapan pemilihan berlangsung pada 22–31 Oktober 2026, sebelum pendaftaran bakal calon rektor dibuka pada awal November.

Di tengah proses tersebut, perjalanan akademik dan profesional Grace menjadi bagian dari profil yang patut diperhatikan. Meski demikian, kepastian mengenai keikutsertaannya dalam bursa calon rektor tetap mengacu pada pengumuman resmi panitia.

Dari Dokter Puskesmas hingga Guru Besar

Grace Debbie Kandou lahir pada 26 September 1967. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Kristen Tabita Manado, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Manado dan SMA Negeri 1 Manado.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1985, ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Unsrat dan meraih gelar sarjana kedokteran pada 1993.

Perjalanan profesionalnya dimulai sebagai dokter pegawai tidak tetap (PTT) di sebuah puskesmas di Tareran, Minahasa, sekitar 1994–1997.

Pada 1997, Grace bergabung sebagai pegawai negeri sipil sekaligus staf pengajar bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Unsrat.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia. Gelar magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan bidang Administrasi Kebijakan Kesehatan diraihnya pada 2002. Pendidikan doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan konsentrasi Epidemiologi diselesaikannya pada 2008.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi kiprahnya dalam pengembangan ilmu epidemiologi dan kesehatan masyarakat.

Pada 2014, Grace mencapai jenjang Guru Besar. Setahun kemudian, ia dipercaya menjabat Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat untuk periode 2015–2019.

Pengalaman dalam Kepemimpinan Akademik

Selain menjalankan tugas sebagai dosen dan peneliti, Grace memiliki pengalaman dalam pengelolaan institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Medis RS Sentra Medika Cikarang pada 2002–2003. Di lingkungan Unsrat, ia dipercaya menjadi Sekretaris Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana pada 2008–2012.

Selanjutnya, Grace menjabat Ketua Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Unsrat pada 2012–2014, serta Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana pada 2013–2015.

Dalam daftar riwayat hidup yang diperbarui pada 1 Oktober 2026, Grace juga tercatat menjabat sebagai Ketua Senat FKM Unsrat sejak 2023.

Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengelolaan kegiatan akademik, pengembangan program studi, serta kepemimpinan di tingkat fakultas.

Aktif dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Bidang penelitian menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik Grace, terutama yang berkaitan dengan epidemiologi dan kesehatan masyarakat.

Sejumlah penelitian yang tercantum dalam daftar riwayat hidupnya membahas kebiasaan makan masyarakat Minahasa dan kaitannya dengan penyakit jantung koroner, faktor risiko hipertensi, serta analisis COVID-19 di Kabupaten Minahasa Utara.

Ia juga terlibat dalam penelitian mengenai penerimaan masyarakat pesisir terhadap vaksinasi COVID-19 dan edukasi kesehatan untuk mendukung pengobatan tuberkulosis di Minahasa Utara.

Dalam bidang publikasi buku, Grace tercatat menerbitkan tiga buku terkait epidemiologi, yakni Dasar Epidemiologi pada 2021, Field Epidemiology pada 2022, dan Epidemiologi Kesehatan Darurat pada 2023.

Pada 2025–2026, ia tercatat sebagai ketua penelitian Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang mengkaji inovasi sosial dan kesehatan masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan ekosistem serta aktivitas warga di sekitar lokasi pertambangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Penelitian tersebut memperoleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Terlibat dalam Penanganan COVID-19

Pengabdian kepada masyarakat turut melengkapi perjalanan profesional Grace. Berdasarkan daftar riwayat hidupnya, ia terlibat dalam berbagai kegiatan bakti sosial kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, serta program pencegahan penyakit.

Pada 2020, Grace tercatat menjadi anggota tim pengarah sebagai pakar epidemiologi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Manado.

Ia juga berpartisipasi sebagai pembicara dalam berbagai forum dan webinar yang membahas komunikasi publik terkait COVID-19, kesiapan menghadapi era normal baru, serta strategi penanganan pandemi di Sulawesi Utara.

Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam persoalan kesehatan masyarakat, baik melalui kegiatan akademik maupun kontribusi dalam penanganan persoalan kesehatan di tingkat daerah.

Pengalaman Organisasi dan Penghargaan

Di luar lingkungan kampus, Grace aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan.

Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Manado sejak 1997 dan anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sejak 2002. Sejak 2022, ia menjabat Ketua Pengurus Daerah IAKMI Provinsi Sulawesi Utara.

Grace juga pernah menjabat Wakil Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Utara pada periode 2015–2020.

Peran lainnya meliputi Ketua Bidang Preventif Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sulawesi Utara sejak 2021, Wakil Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia Sulawesi Utara sejak 2016, serta Ketua III Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Utara untuk masa bakti 2025–2030.

Pada 2026, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Umum Dewan Pengurus Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2031.

Dalam bidang penghargaan, Grace menerima apresiasi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 2019 atas dukungannya terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dalam rangka percepatan pencapaian sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pilrek Unsrat 2026–2030 Memasuki Tahapan Persiapan

Pemilihan Rektor Unsrat periode 2026–2030 menjadi momentum penting bagi keberlanjutan pengembangan universitas. Pergantian kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan proses administratif, tetapi juga menentukan arah kebijakan akademik, penelitian, inovasi, dan tata kelola institusi.

Senat Unsrat telah mengumumkan tahapan pemilihan melalui SK Nomor 2270/UN12.34/LL/2026.

Sosialisasi tahapan Pilrek dijadwalkan berlangsung pada 22–31 Oktober 2026. Pendaftaran bakal calon rektor dibuka pada 2–6 November 2026. Apabila jumlah pendaftar kurang dari empat orang, pendaftaran akan diperpanjang pada 9–11 November 2026.

Seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 12–18 November 2026. Hasil penjaringan akan disampaikan kepada Senat pada 19 November, sedangkan pengumuman hasil penjaringan bakal calon rektor dijadwalkan pada 24 November 2026.

Pada 25 November 2026, para bakal calon dijadwalkan menyampaikan visi, misi, dan program kerja di hadapan Rapat Senat Terbuka. Pada hari yang sama, Senat Unsrat akan menggelar rapat tertutup untuk menilai dan menetapkan tiga calon rektor yang selanjutnya disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Penyampaian tiga nama kepada menteri dijadwalkan pada 26 November 2026. Sementara itu, pemilihan rektor oleh Senat Unsrat bersama menteri dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2026, dengan hasil pemilihan dikirimkan ke kementerian pada 19 Desember 2026.

Dengan latar belakang pendidikan kedokteran, gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat, jabatan Guru Besar, serta pengalaman sebagai dekan dan Ketua Senat FKM, Grace memiliki rekam jejak yang relevan dalam konteks kepemimpinan akademik.

Namun, kelayakan seorang kandidat untuk memimpin universitas juga perlu dilihat dari visi pengembangan kampus, integritas, kapasitas manajerial, serta gagasannya dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menjelang Pilrek Unsrat 2026, rekam jejak Grace Kandou menjadi salah satu profil akademisi yang dapat dicermati dalam dinamika pergantian kepemimpinan universitas. Adapun status keikutsertaannya sebagai bakal calon rektor tetap menunggu kepastian melalui mekanisme resmi yang ditetapkan panitia. (Rls/Red)

Tinggalkan Balasan