Berita  

TRISAKTI BUNG KARNO DAN PERAN MAHASISWA: ROMY SOEKARNO AJAK GENERASI MUDA BANGUN INDONESIA BERDAULAT DAN BERDIKARI

BLITAR, Semartara.News — Mahasiswa bukan sekadar generasi penerus, tetapi bagian penting dari kekuatan bangsa yang memiliki kemampuan berpikir kritis, melahirkan gagasan, dan mendorong perubahan. Karena itu, pemikiran Bung Karno tentang Trisakti—berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—perlu terus dipahami dan diaktualisasikan oleh generasi muda. Hal tersebut disampaikan Anggota MPR RI Romy Soekarno, S.H., dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama mahasiswa di Blitar, Sabtu (3/10/2026).

 

Romy mengatakan, Trisakti bukan sekadar warisan sejarah, tetapi gagasan yang tetap relevan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, arus informasi, dan tantangan global.

 

Berdaulat secara politik dapat diwujudkan mahasiswa dengan berpikir kritis, memahami persoalan bangsa, menghargai perbedaan pendapat, serta menggunakan kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab. Mahasiswa juga harus mampu menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berkembang.

 

Sementara itu, berdikari secara ekonomi dapat dimulai dengan meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan keberanian menciptakan peluang. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.

 

Adapun berkepribadian dalam kebudayaan berarti generasi muda boleh berpikir dan bergaul secara global, tetapi tetap memiliki akar dan jati diri Indonesia. Kemajuan teknologi harus berjalan bersama dengan penghargaan terhadap sejarah, budaya, gotong royong, toleransi, dan nilai-nilai Pancasila.

 

“Kita ingin mahasiswa Indonesia menjadi generasi yang maju, kreatif, menguasai teknologi, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Boleh berpikir global, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan memahami akar sejarah serta kebudayaan bangsa,” ujar Romy.

 

Dalam Sosialisasi Empat Pilar, Romy mengingatkan bahwa Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika jangan berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus menjadi nilai yang diwujudkan dalam kehidupan. Mahasiswa dapat memulainya dari lingkungan kampus, organisasi, keluarga, maupun masyarakat dengan membangun budaya dialog, menghargai perbedaan, bergotong royong, serta menghadirkan gagasan dan solusi bagi persoalan di sekitarnya.

 

“Jangan hanya menjadi generasi yang mewarisi Indonesia, tetapi jadilah generasi yang ikut menentukan masa depan Indonesia. Trisakti mengajarkan kita untuk berdaulat, berdikari, dan tetap berkepribadian. Di tangan mahasiswa dan generasi muda, semangat itu harus terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun Indonesia yang berdaulat dan berdikari,” ujar Romy.

Tinggalkan Balasan